Selasa, 18 Oktober 2011 5 komentar

My Wife, hmm Maybe

Gue udah punya istri? Ya enggak lah, udah pasti belum. jangankan menikah, pacar aja nggak punya. Gue sama kayak para tuna-asmara yang jadi icon bully dari pria-pria beruntung diluar sana, jadi korban penggalauan, jadi orang yang cuma bisa ngeliatin timeline gadis yang dia taksir tanpa berani mention, tokoh utama dalam adegan gigit jari waktu liat orang bermesraan, dan anggota tetap perkumpulan pria pengharap datangnya hujan disaat malam mingguan. Trus buat apa gue nulis postingan ini? Ya seperti yang kebanyakan orang bilang, ucapan adalah doa. Orang yang gue ceritain disini yaa orang yang pengennya sih jadi pasangan gue. Kebayang nggak setiap ada yang baca postingan ini saat itu juga gue di doa'in biar do'i beneran jadi jodoh gue. Aseeeek.

Dan who is she? Siapakah wanita beruntung itu? Sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red), wanita 18 tahun yang saat ini jadi objek dari senyum termanis gue, gadis single dengan pesona luar biasa. Single? Yap! So, what's the matter? You're single, she is single, you and she single-single'an. Mungkin gue nggak bakalan nulis postingan ini kalau emang kasusnya semudah itu.
Kadang gue mengutuk pesona gadis cantik, mereka acap kali membuat gue tersenyum manis. juga sinis. Tersenyum manis disaat perhatian Bunga sepenuhnya untuk gue. Dan tersenyum sinis ketika pesona nya juga menarik pria lain. Memunculkan persaingan, diatara gue, dan mereka, yang nggak bakal pernah gue anggap saingan. Sahabat. Ya sahabat. Hampir seluruh orang yang naksir ama Bunga adalah sahabat gue. Kalo orang lain mah gue nggak bakal takut saingan B-)

Wajar sebenernya. Siapa yang enggak tertarik sama Bunga? Okelah ketika orang bilang cantik itu relatif. Tapi kesempurnaan itu mutlak. Paras Bunga bukan tipuan. Kecantikannya pasti. Dia wanita dengan mata bening, juga tajam. Bukan wanita sayu sendu dengan mata berkabut.
Bunga wanita pintar, dia mencintai dengan logika. bukan berarti mencintai tanpa perasaan. Dia yang menggunakan logika tau kapan harus menggunakan perasaan, Logikanya membuat ia pintar mempermainkan hati. Mungkin itu yang membuat para lelaki terbuai. Dia tau apa yang lelaki mau, dia tau kapan harus egois, tau kapan harus mengalah, tau kapan harus dewasa, tau kapan harus manja, tau gimana membuat lelaki menyerah untuk kemudian diberi harapan palsu, lagi.
Bunga bukan wanita baik, gue tau dari mata dan senyumnya. Ada sesuatu yang liar disana. Dan gue, juga sama kayak cowok lain, nggak begitu menginginkan wanita baik. Aneh memang, tapi itulah lelaki. Gue mencoba untuk nggak munafik. wanita baik cuma bakalan bikin laki-laki tersenyum hambar, mati dalam kebosanan. lelaki mendambakan wanita nakal, wanita jahat, yang jauh dari kesan polos. Karena lelaki juga pengen di puji, ingin di gombali, ingin di goda. Dan kesan polos jauh dari kesan penggoda. Lelaki suka diberi harapan, walau cuma harapan palsu. Hal itu membuat mereka bersemangat, walau dibohongi, membuat mereka tergila, hanyut dalam fantasi mereka. Dan Bunga tau hal itu. Bunga seakan menguasai otak mereka, memaksa mereka untuk mencintai dia. Termasuk gue.
Bunga dengan tepat tau ketika gue berfikiran buat nyerah dapetin dia, dia datang, seolah memberi harapan lagi, membuat gue berusaha lagi, kemudian menyerah lagi, dan diberi harapan lagi. Siklus itu terjadi berulang.

Tapi siklus itu membuat gue tau banyak hal. Bahwa cinta itu nggak lebih dari politik. Upaya menipu, menyuap, menjilat. Anggaplah kami adalah parpol, bunga itu rakyat pemilih, dan menjadi kekasih Bunga adalah jabatan yang kami perjuangkan. secara langsung gue ngeliat gimana sahabat-sahabat gue berjuang dengan kelicikan mereka. Membuat skenario mereka sendiri, cerita palsu, membohongi publik. Gue nggak terlalu ambil bagian, karena gue ada di bagian yang paling dekat dengan bunga, setidaknya begitulah pemikiran dari masing-masing kami.


Entahlah, ketika nanti gue bisa dapetin Bunga, gue nggak yakin gue bakal bahagia. Tapi masa bodoh, perjuangan ini yang membuat gue bersemangat. Hati yang dipermainkan ini jadi semacam petualangan. Yah gue memang suka di permainkan :)

UPDATE : setelah membaca ulang postingan gue ini, kayaknya nama Bunga kurang cocok deh. Malah jadi kayak korban pemerkosaan. karena itu, mulai detik ini nama dia gue samarkan jadi "So'ink"

UPDATE (lagi) : nama so'ink juga kayaknya terlalu dipaksain. Jadi nama dia gue samarkan jadi ''syahrini''
 
;