Minggu, 28 Oktober 2012 0 komentar

Seperti Facebook

Kira-kira udah hampir 15 tahunan saya nggak buka Facebook. sekalinya buka lagi, temen-temen Facebook saya udah pada beranak.
Bukan apa-apa. memang udah lumayan lama saya nggak nengok sosial media yang satu itu. Padahal, dulu bisa dibilang saya adalah orang yang kecanduan sama jejaring sosial kepunyaan Mark Zuckerberg ini.









Di Facebook ini saya bisa tau semua informasi tentang lingkungan saya, disana saya bisa komunikasi lagi sama temen-temen lama yang udah kepisah jauh. Dan disana saya bisa kenalan sama adek-adek unyu yang suka bikin status galau buat dikomenin :')

Tapi semua berubah saat Negara Api mengerang. Erangan dari Negara Api ini mungkin yang membuat Jack Dorsey kepikiran untuk menciptakan jejaring sosial baru bernama Twitter. Ribuan orang mulai berbondong-bondong pindah dari Facebook ke Twitter. Bisa dibilang saat itu orang yang punya akun twitter kadar ke-gaul-annya setingkat sama mas-mas pemilik iPhone 5 with Gold-Era Cases Limited Edition. Gaul.

Padahal kalo diliat, fitur nya Twitter itu nggak ada apa-apanya dibanding Facebook. Di Twitter kita nggak bisa bikin album foto. Di twitter kita nggak bisa main game. dan di twitter kita nggak bisa ngirim LikE StaTuz aQ eaa qaqa ke temen-temen.

Saya pribadi, hal yang membuat saya rela meninggalkan Facebook adalah justru karena kesederhanaan Twitter itu sendiri. Sistem yang mengatur privasi dan tata penggunaan situs kicauan ini benar-benar membuat saya nyaman. Secanggih apapun Facebook, kalau orang ngerasa risih dan nggak comfort, ya bakal ditinggalin juga.

Mungkin sama ama manusia. Kita sibuk berpacu agar menjadi yang lebih baik. Kita sibuk mengkoreksi dan mencari kesalahan diri sendiri. Mulai termakan sikap individualis dan melupakan bahwa yang harus kita prioritaskan adalah kenyamanan sekitar.


"Toh selama kita bisa bikin orang-orang ngerasa nyaman, menjadi yang terbaik hanyalah 'Bonus'."


*Sumber gambar : google
Senin, 15 Oktober 2012 2 komentar

Un-Straight

Stalking sepertinya telah menjadi salah satu kebutuhan saya. Bukan menjadi rahasia lagi kalau kegiatan mengintip diam-diam ini acap kali menjadi pengisi sore. Suatu hari, kegiatan stalking ini membawa saya kepada sebuah account twitter dengan username @AreaMaho. Rasa penasaran saya terpanggil untuk menggeledah lebih dalam lagi akun yang dari namanya saja sudah lumayan nyeleneh saya rasa.

Menyadarkan saya bahwa dari setiap kegelisahan kita memaknai cinta, ada segelintir orang yang menepi untuk memilih jalannya sendiri.

===============

Kami menamai diri kami anugrah. Anugrah karena kami berani berpetualang pada sebuah sesi dimana sebagian orang merasa jijik, geli, risih, dan sebagainya.
Kami menganggap diri kami kuat. Kuat karena kami berhasil bertahan menghadapi lecutan keras tentang genderisasi yang masih buta.

Homoseksual bukan jalan yang salah untuk mencapai bahagia. Karena dari setiap jalur menuju itu, selalu ada liku yang kemudian membawa kami untuk memilih jalur baru. Sebuah kehidupan yang saat ini kami jalani.

Bukan apa-apa. Menjadi "kami" bukanlah sebuah keputusan yang mudah.
sebelumnya, kami memang harus meyakini bahwa hidup bukan untuk dicoba-coba.
Ada yang begini karena memang sudah bawaan dari lahir. ada juga yang faktor lingkungan.
Tidak perlu kami jelaskan lagi, kadang rasa sakit penyebabnya.
Ada kecewa yang mendalam ketika kami seperti kalian. Yang kemudian coba kami lupakan bersama teman-teman kami. Bukan salah kami kalau nantinya muncul kenyamanan. Kenyamanan yang tumbuh dari satu rasa dan satu keyakinan. keyakinan bahwa kami telah salah memulai jalan.
Kebersamaan yang kami namai 'Persahabatan'. Persahabatan yang membawa kami kepada sebuah ikatan. menjadi sepasang kekasih.

Toh kami merasa dengan begini kami akan lebih menjadi diri sendiri.
keyakinan kami membenarkan bahwa :
Gay adalah kondisi dimana cinta menjadi sempurna.

Keadaan minoritas membuat kami ingin selalu setia, karena memang akan sulit untuk mendapatkan pengganti.
Berbeda dengan mereka yang normal. sebuah masalah kecil bahkan bisa mengakhiri suatu hubungan. karena memang akan ada banyak pengganti. Wanita/Pria datang silih berganti. Tidak dengan kami.

Menjadi Gay itu seperti memacari dua orang sekaligus. disatu sisi kami mendapat maskulinnya seorang pria. disisi lain, kami bisa merasakan gairah feminim seorang wanita. Bukan.. Bukannya kami banci. Kami hanya bisa menempatkan diri. Untuk menjadi posisi pengganti dari suatu "kenormalan".

Kesamaan membuat kami semakin terbuka. Kesamaan membuat kami benar-benar mengerti. Lucu ketika lawan jenis kami mengatakan bahwa mereka mengerti kondisi kami. Toh dari kelamin saja sudah beda, posisi saja sudah beda.

Ketika bahagia, "ladies first".
Ketika sedih, "kamu kan cowok, tanggung jawab!"
Dengan menjadi kami, tidak ada lagi kalimat seperti itu. Bahagia dan sedih kami lalui berdua.

bukankah itu yang kalian sebut kesempurnaan suatu hubungan?




*dikutip dari perbincangan dengan teman yang seorang "un-straight".

===============

Sedikit membuat saya terperanjat. Aktifitas saya mungkin membuat saya selalu dan selalu bertemu dengan orang-orang yang mengeluh dengan kenormalan mereka. Sementara diluar sana, teman-teman kita bertahan dalam kondisi dimana mereka jelas-jelas berbeda.

Bukan hanya tentang homoseksual. Ada pasangan yang menderita karena persamaan mereka. Ada lagi yang menderita malah karena perbedaan. Perbedaan keyakinan misalnya. Lalu kenapa kita harus mengeluh habis-habisan disaat yang menghambat kita hanyalah sebuah keegoisan? Kenapa kita harus bersedih disaat satu-satunya yang membuat kita terluka hanyalah kekanak-kanakkan?

Saya tidak membenarkan mereka. Lagipula saya mempunyai agama dan agama saya jelas-jelas menentang hal yang seperti itu. Namun, saya juga tidak menyalahkan. Karena memang mereka tidak merugikan orang lain. Apakah mencari kebahagiaan bisa dianggap sebagai suatu kesalahan?

Yang mengejutkan adalah ketika saya bertanya "apa kalian tidak ingin berubah?".
dengan antusias mereka menjawab "Ya".
"hanya saja sangat sulit merubah self culture pada diri kami. itu seperti kamu yang biasanya bekerja pada siang hari dan tidur pada malamnya. Lalu berubah menjadi bekerja pada saat malam, dan tidur di siang hari. Bukan suatu yang mustahil. tapi sangat sulit"

Saya sadar yang membedakan kita dengan mereka hanyalah takdir dan keadaan. Percayalah, tidak ada orang yang ingin dilahirkan seperti itu.


Kenapa Tuhan menciptakan sistem yang begitu rumit?
Karena Tuhan yakin manusia sangat luar biasa. *tebar paku*
Sabtu, 06 Oktober 2012 11 komentar

Cerpen

Saya bukan orang yang hobi bikin cerpen juga sih sebenernya. Apalagi cerpen pertama saya yang berjudul "To Remembering Our Fate" banyak mendapat kecaman karena endingnya yang terlalu dahsyat. Tapi.. naluri cerpenis saya kembali dikoyak tatkala saya melihat kontes membuat cerpen yang diadakan salah satu website belanja online ternama.
Pengen ikut sih, tapi takut malu-maluin. Akhirnya dengan tekad yang keras, saya memilih untuk latihan membuat cerpen dulu saja.
So, cek dis owt!

=============================

Judul : Salah

Di sebuah kota hiduplah Budi, Dewi, dan Ani. Ani adalah teman baik Dewi. Ani dan Dewi sering curhat-curhatan. Budi juga teman Ani. Budi naksir sama si Dewi. Tapi Budi gengsi nyatain perasaan. Akhirnya Budi ngedeketin Ani. Dengan bermodalkan rasa kepo dan bakat stalking, Budi pun mengorek informasi dari Ani. Ani awalnya mencoba untuk tidak ember. Tapi Budi sangat pintar memainkan kata-kata. Akhirnya Ani keceplosan.

'jadi si Dewi itu lagi deket sama si Andi.' kata Ani.

'Andi? Andi anak akuntansi itu?' Tanya Budi.

'iya, yang entu. Mereka saling jatuh cinta kayaknya' kata Ani.

Hati Budi hancur berkeping-keping. Budi pulang dengan depresi yang luar biasa. Makan tak nikmat, tidur pun tak nyenyak. Akhirnya karena merasa tidak punya harapan lagi, si Budi pun menjauh dari Dewi. si Dewi yang merasa sifat Budi berubah, akhirnya bertanya kepada Ani.
Dengan sangat menyesal Ani pun menceritakan semua nya kepada Dewi. Dewi pun tiba-tiba menangis.

'Ni, jujur selama ini gue bohong sama lo Ni.' Kata Dewi.

'Bohong maksud lo? Tanya Ani.

'Gue nggak ada rasa apa-apa sama Andi. Gue itu sayang sama Budi, gue cinta sama Budi. Selama ini gue pura-pura sayang sama Andi di depan semua orang. Gue ngerahasia'in ini semua karena gue belum siap buat ngasih tau lo. Gue.. Gue bener-bener sayang sama Budi.' Kata Dewi.

Tapi apalah daya. Nasi sudah jadi Super Bubur. Budi yang lugu telah memilih untuk melupakan Dewi selamanya. TAMAT.

==============================

Pelajaran yang dapat diambil dari cerpen diatas :
  1. Gosok lah gigi sebelum tidur.
  2. Baca doa sebelum makan.
  3. Jangan terlalu kepo.
  4. Jangan pernah bohongi perasaan sendiri.
 Sumber : Google





Wohoooo Amigos!
Jumat, 05 Oktober 2012 7 komentar

Saya Takut Perubahan

"Kita hidup di dunia dimana mengucapkan cinta jauh lebih gampang daripada membuktikannya"

Emang gitu, akhir-akhir ini banyak banget orang yang dengan gampangnya ngungkapin rasa sayang dan cinta ke orang lain. Mau itu temen, pacar, bahkan yang nggak dikenal sekalipun.

beberapa hari yang lalu, saya lagi asik ngamatin Timeline Twitter, saya kaget ngeliat ada cowok ngungkapin kalau dia sangat mencintai teman lawan jenisnya. Saya sih tau itu cuma buat becandaan. Yang ngebikin saya terperanjat sambil ketawa-ketawa sendiri adalah bahwa saya pun sering ngelakuin hal yang sama. Dengan mudahnya saya bilang ke temen saya bahwa saya menyayangi dan mencintai dia, seolah nyepele'in apa arti dari kata itu sendiri.

jauh banget sama saya SD dulu mah. Dulu aja, duduk atau berdiri deket cewek aja udah di'cieeee'in temen sekelas. Apalagi buat akrab. Jangankan ngobrol, nyapa aja, si ceweknya udah kegeeran duluan. iya ribet emang. kalau diigosipin suka ama cewek, bakal panik setengah mampus dan mati-matian buat bilang enggak.

Misalnya nih ya. Saya digosipin suka sama cewek dikelas. Sebut saja namanya Bunga.

 ( Dulu )
Teman : Gi, kamu suka ama Bunga ya? cieee cieeeee...
Saya : ENGGGAAK!
Teman : ciee yang lagi deket ama Bunga, sering bikin tugas bareng pasti.
Saya : ENGGAAAK!
Teman : yaudahsih nggak perlu teriak-teriak juga kali.
Saya : ENGGAAAAK!
Teman : .....

Nah kalau sekarang mah, digosipin malah makin menjadi-jadi.

 ( Sekarang )
Teman : denger-denger lagi deket sama si Bunga ya, Gi?
Saya : deket apaan? udah jadian kaleeee
Teman : jangan nyari-nyari cewek gitu, ntar si Bunga cemburu loh.
Saya : bakal setia kok sama si Bunga.
Teman : Nyari bunga hias di Padang dimana ya?
Saya : si Bunga ada nih di hati gue
Teman : ...

Aahh that was so different. Kadang ya saya suka rindu sama zaman-zaman dimana cowok-cowok pada ngumpul disini, trus cewek-cewek ngumpul disana. trus ada salah satu cowok yang mau jalan ke tempat cewek ngumpul. trus di cieeeee'in bareng. trus si cowok itu lari kalang kabut. trus kami bahagia selamanya.

Hal-hal yang kayak gitu yang membuat saya menyadari bahwa semua berubah seiring berjalannya waktu. Dulu saya kemana-mana masih suka pakai jam Power Ranger yang ada lampu-lampu nya. Dulu inbox handphone cuma di penuhi sama sms dari bokap dan nyokap. Dan dulu saya masih suka nyisir rambut.

Nggak hanya perubahan *intern, lingkungan pun ikut berubah. Sayangnya perubahan pada lingkungan seringkali memberi kesan kehilangan. Hal-hal yang berubah cenderung memaksa kita untuk menerima hal-hal baru. Membuat kita terpaksa melupakan sesuatu yang udah comfort banget sama kita.
Sebuah siklus kehidupan. Perubahan membawa pergi orang-orang lama, dan mendatangkan orang-orang baru.

Dulu, kalau dirumah saya mainnya sama si Novri, Dharma, dan Djamal. Seiring berjalannya waktu, kami mulai sibuk sama kegiatan masing-masing, beberapa bahkan ada yang pergi jauh. Saya sempat merasa kehilangan. tapi cuma sebentar. Tidak berapa lama, datang orang-orang baru, Reno, Gaban. Misty, dll.

Pun di lingkungan yang lain. Semasa SMA, kemana-mana saya selalu bareng Amaik, Berri, Randa, Adink, Pojan, Tonyet, Pram, Dll. Waktu berubah, lingkungan berubah. Kami semua dipaksa berpisah. Dipaksa menuju ke tempat yang lebih tinggi. Jenjang perkuliahan. Saya jadi nggak bisa ketemu nereka lagi. Kemudian perubahan mendatangkan Haady, Jasman, Buyuik, Isaik, Arief, Boni, Harland, Rayza, Dll.

Dikampus juga. Dulu kalau ke sekre sering ketemu Bang Angin, Bang Pane, dan Abang dan Kakak yang lain. Mereka wisuda. Mereka pergi. Lalu datang orang-orang baru. Mahasiswa baru. Fandi, Dedi, Wanda, Orien, Vella, Shinta, Tiwi, dan banyak yang lainnya. Kedatangan mereka seolah menggantikan posisi orang-orang yang pergi.

Perubahan ini bakal berasa banget efeknya kalau udah nyangkut sama yang namanya cinta #eaaa. Kalau yang dulunya pagi-pagi ada orang yang bilang selamat pagi, sekarang yang ngucapin selamat pagi cuma pembaca berita di TV, kadang-kadang Mamah Dedeh. Kalau dulu ada orang tempat cerita-cerita, sekarang cerita ama twitter. Miris. Banget.
Tapi ya seperti yang saya bilang. Ada orang yang pergi, ada orang yang datang. Ada pacar yang pergi, ada pacar yang datang. Yang ngebedain cuma waktu nya aja.

"Orang-orang lama pergi sangat cepat, orang baru datang di waktu yang tepat."





Boleh sedih karena ditinggal pacar, boleh showeran karena galau abis diputusin. Tapi toh nanti bakal jatuh cinta lagi. Bakal jadian lagi. Nggak selamanya kita akan tetap disini. Saya mahasiswa Akuntansi Unand, nggak selamanya saya akan berada di kampus ini, nggak selamanya saya akan bergaul dengan cewek-cewek akuntansi nan cantik dan rupawan. Nantinya, kita akan pergi ke tempat masing-masing, siap nggak siap. Kita akan ketemu orang-orang baru. Ditempat kerja. dilingkungan tempat tinggal. Semua orang baru. Lalu perlahan kita akan mulai lupa dengan masa lalu. Perlahan kita akan mulai terbiasa dengan lingkungan baru *Tebar Paku*

 
Karena itulah mengapa saya sangat mencintai detail dan kenangan. Saya takut perubahan. Saya... takut dilupakan.


NB : *intern = lawannya milarn

Minggu, 09 September 2012 5 komentar

To Remembering Our Fate

Cliff
Aku Higuel Pumcliff, seorang anak yang terlahir di dalam sebuah keluarga yang keras dan disiplin. Ajaran seorang tentara yang melekat pada sosok ayahku, membuat aku tumbuh dalam wujud yang dingin dan tidak sensitif. membuat aku terus-terusan menahan asa dan perasaan. 
bahkan disaat umur ku belum menginjak 2 tahun, aku dipaksa berpisah dengan masa kanak-kanakku. aku diajari cara berjalan dan berlari terlalu dini.

'lagipula kamu mau main sama siapa? kamu tidak punya teman' begitu Ayah mendidikku. sampai ketika saat itu datang...


Anna
Ranum nya pemandangan di desa kecil kami menyambut hari kelahiranku. Anna Liqua, Anna. begitu aku dipanggil. seorang gadis yang lahir dan tumbuh di sebuah keluarga yang sederhana dan bersahaja. Ayah ku adalah seorang  buruh kecil di sebuah pabrik yang mengurusi pangan di desa kami, sementara Ibu adalah wanita lembut yang senantiasa mengurus rumah.

keluargaku hidup bersebelahan dengan keluarga lain yang menurut ku mempunyai watak yang sangat berbanding terbalik. Ayah dan Ibu ku adalah orang yang sangat lunak, sementara Paman Ton adalah pensiunan militer yang sangat keras. 
Orangtua ku seringkali memuja cara Paman Ton dalam mengurusi keluarga dan sosial nya. Keras, namun tetap ramah pada semua orang.
Pun Paman Ton diam-diam juga mengagumi keluarga kami, sederhana tetapi penuh dengan tawa. wajar jika keluarga kami sangat dekat dengan keluarga Paman Ton.

ah dan mengejutkan mengetahui ternyata Paman Ton mempunyai seorang anak lelaki yang umur nya lebih tua 1 tahun dariku, aku biasa memanggilnya... Cliff







Cliff
Anna kecil menjadi satu-satunya teman bermain ku. Tidak seperti anak-anak lainnya, Anna seperti mendapat perlakuan yang spesial dari ayah. biasanya ayah akan marah jika ada anak lain mengajakku untuk sekedar bermain bola, namun beda perlakuan terhadap Anna.
'mungkin karena kedekatan orantuaku dan orangtua Anna' begitu pikirku.

menginjak umur 6 tahun, hubunganku dengan Anna bahkan lebih dekat dari sekedar teman biasa. kami seperti kakak-adik yang saling menyayangi. 
Sebenarnya, ada hal yang lain yang seharusnya membuat aku dan Anna menjadi tidak cocok. Anna berwatak sangat lembut dan perasa, aku dingin dan keras. namun perbedaan itu membuat kami selalu merasa membutuhkan.

aku... hanya benar-benar merasa nyaman jika di dekat Anna.

Anna
kebahagiaan seperti nya terus menerus menghampiriku. seorang sosok kakak laki-laki yang sering aku lihat di film-film kartun  benar-benar aku rasakan secara nyata. Cliff tidak pernah enggan menjagaku. aku ingat saat aku terjerembab di dalam sebuah kubangan lumpur di peternakan milik orang-orang desa. Cliff dengan sigap menolongku, membersihkan luka ku, mengendongku di punggung nya yang sangat nyaman, tidak lupa terus menerus membuat aku diam dari tangisanku. Aku juga ingat saat ia rela memberikan seluruh jatah makan siang nya disaat aku secara tidak sengaja menjatuhkan sandwich ikan milikku.



'Cliff, apa kau akan selalu bersama ku?' pertanyaan yang selalu aku tanyakan di saat kami beranjak pulang usai lelah bermain di padang rumput di belakang desa. Aku sangat hafal bagaimana ia menjawab. 'tentu saja' singkat, diiringi rona merah dari pipinya. sangat lucu, juga sangat menyejukkan.






Cliff
aku dan Anna tumbuh menjadi remaja yang luar biasa, setidaknya begitu menurut orangtua kami. kami berhasil lulus di sebuah Universitas yang bonafit di kota.
aku sebenarnya tidak terlalu menginginkan itu, tetapi Anna berhasil membuatku luluh. Ia berkata bahwa ia pasti akan sangat membutuhkanku di kota nanti. Tidak lain menjaganya.

Jauh dari Ayah tidak membuat aku lepas dari kekang kemiliterannya, tiap akhir pekan ia selalu datang mengawasi dan mengurus segala keperluan kami. Aku diperlakukan seperti seorang tawanan yang tidak dapat melakukan apapun. Anna yang mengerti seringkali menahan ku saat aku ingin berontak. tentu saja dengan caranya.
seperti disaat aku ingin bergabung dengan teman-temanku di sebuah club malam. berjoget bersama gadis-gadis seksi dan cantik pasti akan sangat menyenangkan pikirku. kemudian Anna mencegat dengan mengatakan bahwa ia sangat membutuhkan ku malam ini, untuk memperbaiki penghangat ruangan yang rusak.
bukan sesuatu yang luar biasa memang, tetapi anehnya aku selalu saja luluh disaat Anna membutuhkan ku. aku seperti merasa hidupku mempunyai arti bagi orang lain, itu membuat ku bahagia.

Anna
sebuah surat pemberitahuan lulus memulai kisah remaja aku dan Cliff. membayangkan bagaimana kami akan pergi ke kota tentu nya membuat aku seperti melayang.
Jujur saja, aku seringkali mendambakan bagaimana rasanya hidup di kota. bunyi bising dari kendaraan, orang-orang yang tidak di kenal lalu lalang, kerlap-kerlip lampu di malam hari. Ayah sebenarnya pernah menawarkan ku untuk tinggal di kota bersama Bibi Terra. tentu saja aku menolaknya. aku benar-benar tidak bisa jauh dari sosok kakak lelaki ku, Cliff.

Terkadang aku merasa kasihan kepada Cliff. melihat bagaimana ia terpaksa mengubur semua impian dan 'kegilaan' remaja seumurannya untuk sekedar hang out, minum-minum di sebuah bar, bermain casino, dan hal-hal lain.
dia seperti di jerat sebuah rantai yang sangat besar. Aku sangat mengerti bagaimana perasaannya. Tetapi menyokong nya untuk melakukan semua kegiatan gila itu tentu saja bukan hal yang baik. aku ingin Cliff terbebas dari hal-hal buruk modernisasi. 
Aku ingin dia tetap menjadi Cliff yang aku kenal, namun juga bebas berekspresi dan bahagia. karenanya aku selalu mencari cara agar dia tetap tinggal dan tersenyum. seperti dengan terus memintanya untuk tetap di dekatku, kemudian membuatnya tertawa dengan cara ku sendiri.



Cliff
Baru kali ini aku benar-benar menentang keputusan Ibu dan Ayah. Aku menyayangi Anna seperti aku menyayangi adik ku sendiri. Karena memang satu-satunya gadis yang aku cintai dan ingin aku miliki adalah Luvia. Gadis yang aku kenal di sebuah club malam ketika aku berhasil mengendap-endap keluar apartment bersama teman-teman ku.
Aku begitu ingat, malam itu adalah puncak dari segala kelelahanku menghadapi kejamnya belenggu Ayah. Steve dan Tave memeberi ide agar aku bergabung dengan mereka untuk sedikit menikmati musik di salah satu diskotik di sekitar sini. Awalnya aku ragu, mengingat Anna pasti tidak akan suka aku melakukan hal ini. Namun bujukan dari dua teman sekampusku ini benar-benar membuatku tidak berdaya.
'Ayolah Cliff, satu kali saja. Aku janji tidak akan ada narkoba dan semacamnya'. Steve mencoba meyakiniku.

Kami sengaja menunggu kamar apartment Anna gelap. pukul 01.00 dini hari, aku berhasil menginjakkan kaki ku untuk pertamakalinya di depan sebuah tempat hiburan malam. Senyum ku mengembang membayangkan bagaimana aku akan meluapkan ekspresi ku yang terpendam selama ini.

Lelah bergoyang diiringi sebuah musik techno modern yang mengalun mengikuti lihai nya gerakan tangan Disc jockey, aku memilih untuk duduk sekedar melepas penat. Sambil sesekali meneguk secangkir minuman non-alkohol yang ku pesan dengan malu-malu kepada pelayan bar tadi.
Tidak lama seorang gadis cantik menghampiriku. Merebut minuman ku, kemudian sedikit menyicipinya.
'lucu sekali' ujarnya seraya duduk dengan jarak yang sangat dekat denganku. Gugup, aku sedikit memberi ruang antara pinggulku dan pinggulnya.
'aku tidak suka alkohol.. tidak suka mabuk' jelasku terbata. Ekor mataku mencari Steve dan Tave yang ternyata tengah sibuk dengan beberapa gadis seksi di ujung sana.

'lalu.. apa yang dilakukan oleh pria yang tidak suka mabuk dan alkohol ini di sebuah club malam?' tanya nya lagi sambil meniupkan asap rokoknya ke arah wajahku. Sedikit mengintimidasi.

'sekedar mencari kesenangan, mungkin.' Aku akan bergegas pergi sesaat sebelum tangannya telah terlebih dahulu menarik pergelangan tanganku.

'ngomong-ngomong, nama ku Luvia. siapa namamu?'

'Higuel Pumcliff. Cliff'

'oke Cliff, ikut aku dan akan aku tunjukan padamu kesenangan yang sebenarnya..'

khayalanku berlanjut pada hal yang terjadi setelah itu. Hari-hari dimana kedekatanku dengan Luvia mulai tidak terkendali. Kencan, sekedar makan malam, jalan-jalan. Aku sengaja menyembunyikan hal ini dari Anna. dia pasti akan sangat marah jika mengetahui aku tengah dekat dengan seorang gadis dari club malam.

'CLIFF!' teriakkan Ayah membuyarkan lamunanku.

'Kami sudah bicara, keluarga Anna pun sepertinya setuju. begitu pun dengan Anna. dia sendiri yang meminta mu untuk menikahinya.'

Anna
Sebenarnya sudah sejak lama aku menyembunyikan kisah cinta ku pada Cliff. Pria pemalu itu, namanya Hugo. Pria berkacamata dengan perawakan kurus yang seringkali aku temui di perpustakaan kampus.
Dia orang yang sedikit kikuk dan mudah panik. bagiku, hal itulah yang membuat dia menarik.
Aku dan Hugo sudah sangat dekat, makan siang di cafetaria, belajar bersama, membahas film-film sains yang ternyata juga ia sukai. Bahkan bisa dibilang kami telah seperti sepasang kekasih.

Aku sengaja tidak memberi tahu Cliff. Aku takut dia cemburu karena perannya untuk menjagaku digantikan oleh pria yang kelihatannya sangat lemah. Walaupun begitu, aku berjanji suatu saat nanti akan mempertemukan mereka berdua.
'Barangkali mereka bisa akrab'. bahagia rasanya membayangkan bagaimana kakak lelaki ku akan asyik mengobrol dengan kekasihku, membicarakan baseball atau modifikasi mobil. Sambil sesekali menyeruput kopi buatanku. Ah seringkali khayalan-khayalan seperti itu membuat aku tidak henti-hentinya tersenyum.

Sampai ketika Ayah dan Ibu tiba-tiba mendatangiku. membawa sebuah kabar yang entah bagaimana aku menyebutnya.
'Anna, dengar. sudah saatnya bagi gadis seumuranmu untuk menikah.' Ibu membuka perbincangan.

'menikah? tapi Bu, aku belum siap.. lagipula belum ada...'

'Calon?' potong Ayah. 'kami akan menikahkanmu dengan Cliff'

Perkataan Ayah membuat aku terperangah. Bagaimana mungkin aku menikah dengan seseorang yang sudah aku anggap sebagai kakak ku sendiri. Dan aku pun sangat yakin Cliff akan menolak rencana itu.

'Tidak Ayah! lagipula Cliff tidak akan mau.' aku bersikeras menolak. Di dalam hati, aku berkata bahwa aku sudah memiliki Hugo, dan saat aku siap nanti, aku ingin menikahinya, menikahi Hugo. dengan Cliff sebagai pendamping Pria nya.

Malam itu aku menghabiskan jam-jam dengan terus menangis dikamarku. Cliff yang aku kenal tidak akan mungkin mau menikahiku. Cliff yang aku kenal menyayangiku sebagai adik perempuannya. Bukan sebagai kekasihnya. 
Perkataan Ayah kembali terngiang di benakku.
'Cliff sendiri yang telah melamarmu, dia yang ingin menikahi mu. kebersamaan kalian sejak kecil ternyata telah membuat dia jatuh cinta padamu. kamu harus mengerti Anna.'

3 bulan setelah hari itu. Pernikahan kami digelar. Aku berdandan cantik dengan balutan gaun putih. begitu juga dengan pria berjas dan setelan sewarna yang berdiri diujung sana. Sebuah jas yang seharusnya dikenakan oleh Hugo.
Hari itu aku benar-benar diperlakukan sebagai seorang permaisuri. Seorang permaisuri dari pangeran yang telah aku anggap kakak ku sendiri. 
Permaisuri dari pangeran yang aku sayangi karena sifatnya yang selalu menjagaku sebagai adiknya. Pangeran yang seharusnya menjadi lelaki yang nanti akan sering datang kerumah mengeluh meminjam uang. Pangeran yang seharusnya dapat memberiku seorang Ipar yang cantik. Bukan pangeran yang nantinya akan satu ranjang denganku. Bukan pangeran yang aku cintai sebagai seorang kekasih.

Jika saat ini aku tidak membiarkan diri ku menangis sekeras-kerasnya, maka ini hanya untuk menjaga perasaan Ibu dan Ayah, juga perasaan Cliff yang ternyata mencintaiku melebihi dari rasa cintanya kepada saudara sendiri, setidaknya begitu yang Ayah ucapkan.


Cliff
Tidak terasa pernikahan kami telah berjalan beberapa tahun. Bukan waktu yang lama bagiku untuk mempercayai ucapan Ayah dulu. Ucapan yang mengatakan bahwa Anna lah yang memintaku untuk menikahinya.
Aku tidak berani menanyakannya langsung pada Anna, takut ia tersinggung. Yang harus aku lakukan sekarang adalah mencoba mencintainya sebagai istri, bukan lagi sebagai adik perempuan yang dulu sering aku gendong di pundak seusai bermain.
Berusaha membuat diriku agar terlihat juga mencintainya, berusaha membuat diriku terlihat tidak menyesalkankan pernikahan ku dengannya. Awalnya hal itu bukanlah sesuatu yang terlalu sulit. Sampai suatu ketika sepasang pengantin baru pindah ke sebelah rumah kami.
Pernikahan ku dan pernikahan pengantin baru itu hanya terpaut 1 tahun, jadi aku rasa mereka akan seumuran denganku dan Anna. Sehari setelah pindahan itu, aku memutuskan untuk mengajak Anna menemui tetangga baru kami tersebut. Sekedar bersilaturahmi pikirku. Akan lebih bagus jika hubungan kami bisa seharmonis hubungan keluargaku dengan keluarga Anna dulu.

Awalnya semua berjalan dengan sangat baik. Pintu di buka setelah kami memencet beberapa kali. Yang membukakan pintu adalah seorang Pria dengan perawakan kecil, berambut ikal, dan berkulit putih. Pria itu dengan ramah mempersilahkan kami masuk. Sebuah jabat tangan erat aku berikan kepada pria yang kemudian aku ketahui adalah sang suami dari penganten baru itu. Anna masih terlihat kaku dan gugup, ia hanya menyalami pria itu sebentar, lalu melepaskannya lagi. menoleh pun ia tidak mau.
'Dia memang sedikit pemalu' ujarku berlelucon. Pria itu membalas dengan senyum kecil yang agak dipaksakan.

Tidak berapa lama mengobrol, sang istri pun keluar. Wanita dengan wujud cantik, tubuh ramping, dan rambut ikal sebahu. Sebuah wajah, tubuh, dan rambut yang sangat aku kenal. Wanita itu Luvia. Pengatin baru itu Luvia.

Hari-hari berikutnya aku berusaha mencuri-curi waktu untuk menemui Luvia, hanya aku dan Luvia. tanpa Anna dan suami Luvia. Aku hanya ingin meminta kejelasannya. sekaligus meminta maaf karena dulu aku sempat meninggalkannya.
Luvia bercerita bahwa dulu ia sangat merasa kehilangan. di malam pernikahanku ia menghabiskan beberapa botol wine hanya agar dapat sedikit terbebas dari depresi. Luvia mengaku sangat mencintai ku. malam itu tanpa sengaja ia bertemu dengan pria yang menjadi suami nya saat ini. Seorang pria yang juga tengah mengalami depresi. Pria yang mengaku tidak pernah mabuk sebelumnya.
Semua hal dari pria itu mengingatkan Juvia pada sosok ku. Adalah suatu kebetulan kalau akhirnya Luvia dan pria itu saling jatuh cinta, kemudian memutuskan untuk menikah.

Mendengar cerita itu, aku sempat terdiam sejenak. Sampai ketika Luvia bertanya.

'jika seandainya dulu kau menikahi aku, akan sebahagia apa kita, Cliff?' Sebuah pertanyaan yang benar-benar menusuk ulu hati ku. Aku seperti teriris. Padangan Luvia tidak pernah lepas dari mataku. Lagi-lagi, kami tidak bisa mengendalikan diri. sekali lagi, untuk terakhir kalinya, pada hari itu kami berciuman. Sebagai sepasang manusia yang dulu pernah saling mencintai.

Aku dan Luvia memustuskan untuk merahasiakan hal ini dari suaminya dan Anna. Kami berdua telah bahagia dengan kehidupan masing-masing. Semua hal berjalan seperti biasa hingga kami tua. hanya sesekali aku dan Luvia sering beradu pandang, kemudian aku melihat ada sedikit air mata yang mengalir dari mata Luvia.

Anna
Aku mulai memaksakan diriku untuk menerima bahwa aku telah menikahi Cliff. Bukan hal yang sulit memang, terlebih semua perlakuan Cliff benar-benar membuat aku merasa bahwa dia memang mencintaiku.
Rumah tangga kami adalah rumah tangga yang harmonis. Perbedaan dulu mulai menghilang seiring semakin dewasa nya kami. Begitu juga dengan kenanganku tentang pahit dimasa lalu.

Yang kemudian kembali terbuka saat kami kedatangan tetangga baru. Pasangan suami istri. Aku dengar dari Cliff, jarak pernikahan mereka dengan kami hanya 1 tahun. Awalnya khayalan-khayalan tentang tetangga baru yang bisa aku ajak bercerita tentang bagaimana repotnya mengurus anak dan rumah tangga, khayalan tentang bagaimana aku akan mengobrol sepanjang hari sambil mencoba resep-resep baru yang akan kami sajikan untuk suami kami nanti, muncul menggebu-gebu.
Aku tidak menyangka bahwa yang muncul hanyalah masa lalu yang membuat aku semakin terpuruk. Pria yang menjadi suami dari wanita itu adalah Hugo. Ya, Hugo. Orang yang dulu sangat aku cintai.

Aku mengenalinya saat Cliff mengajakku untuk bertamu. Lelaki yang membukakan pintu adalah lelaki dengan wajah lugu yang dihiasi kacamata dengan bingkai hitam, tubuh kurus, serta rambut ikal. Sebuah wajah, tubuh, dan rambut yang tidak asing lagi bagiku.
Aku sedikit gemetar ketika menyalaminya, berusaha menahan tangis dan kesedihan yang sudah aku pendam rapat-rapat. Aku tidak ingin air mataku bercucuran saat itu, aku tidak ingin Cliff menjadi bertanya-tanya.
Aku lihat Hugo juga gugup ketika menyalamiku. Saat ngobrol pun ia jarang menatap mata. Pandangannya terfokus kepada Cliff, sambil sesekali menunduk.
Rasa gugupnya semakin besar ketika istrinya keluar, seorang wanita yang tampak sangat tidak cocok sama sekali dengan Hugo.
'kenapa Hugo menikahi wanita jalang seperti ini? lihat dandanannya.' ujarku dalam hati. Seperti nya hal itu pula yang membuat Hugo bertambah gugup. Tapi kali ini Cliff juga terlihat agak gelisah. Dasar lelaki, dia pasti tertarik dengan kemolekan wanita ini. Aku mendengus tanda tidak suka. Dan sepertinya Cliff sadar akan hal itu. buru-buru dia mengajakku untuk pamit pulang.
Syukurlah, akhirnya aku bisa meluapkan segala emosi yang aku pendam sedari tadi. Hari itu, lagi-lagi aku menangis sendirian dikamar.

Beberapa hari kemudian aku memutuskan untuk menemui Hugo. Aku ingin meminta maaf, juga untuk bertanya alasan mengapa ia mau menikahi wanita seperti itu. Aku mungkin akan lebih terima jika yang ia nikahi adalah wanita terpelajar, dan sopan. Tapi ini... huh!

Pertemuan ku dengan Hugo yang sudah aku rencanakan ini diisi oleh tangisanku. Aku benar-benar tidak bisa menahan kuasa. Aku membiarkan Hugo memeluk tubuhku. Saat itu, yang aku pikirkan hanya perasaanku dan Hugo. Terlebih setelah mendengar cerita bahwa pada malam pernikahan ku dengan Cliff, Hugo merasa sangat sedih dan tertekan. Ia kalut dan kemudian memutuskan untuk pergi ke sebuah club malam. Entah setan apa yang membujuknya untuk memesan beberapa botol wine. Ia mungkin tidak akan berhenti minum jika ia tidak bertemu dengan wanita yang menjadi istrinya saat ini. Wanita yang saat itu juga bernasib sama dengan Hugo. Ia ditinggal pergi oleh kekasihnya.
Sedikit aku mulai merasakan respek pada wanita itu. Ternyata dibalik penampilannya yang agak nakal, dia mempunyai masa lalu yang buruk. Aku hanya berharap agar Hugo dan wanita yang kemudian aku ketahui bernama Luvia itu dapat bahagia dengan pernikahan mereka. Pun dengan aku dan Cliff. Sekarang kami hanya harus mengikuti bagaimana takdir kami akan berjalan. Aku dan Hugo sepakat untuk merahasiakan cerita ini.

Pertemuanku dengan Hugo saat itu aku akhiri dengan sebuah ciuman lembut dibibir Hugo. Sebuah ciuman penuh cinta yang rasanya belum pernah aku berikan kepada Cliff. Jujur saja, aku masih sangat mencintai Hugo, seperti aku mencintai Cliff. Bahkan sampai saat kami telah mulai tua. 



Cliff
Pohon pinus yang tumbuh tepat di depan rumah kami mulai tua dan rapuh. Aku ingat betul bagaimana rindangnya pohon itu menjadi tempat favorit ku dan Anna ketika bersantai. Aku membuat sebuah ayunan kecil yang aku ikatkan pada dahan pohon yang agak besar.
Kini ayunan itu sudah tidak lagi mampu menopang tubuh kami, semua rentan dimakan usia. Seperti hal nya kami berdua. Aku bukan lagi pria gagah yang kapan saja bisa menggendong tubuh Anna kemana pun ia mau. Aku bukan lagi Cliff yang mempunyai pundak kuat tempat dimana dulu Anna kecil sering terlelap saat lelah bermain.

Anna apalagi, tubuhnya sudah mulai sakit-sakitan. Sudah sewajarnya memang. Yang paling menyedihkan adalah kenyataan bahwa kami sama sekali tidak mempunyai orang lain yang akan merawat dan menjaga kami. Dokter memvonis kami tidak akan mempunyai anak. Salah satu diantara kami menderita kelainan yang menyebabkan Anna tidak bisa hamil. Kami tidak tahu pada siapa letak kelainan itu. Aku dan Anna sengaja meminta dokter untuk merahasiakannya. Takut salah seorang diantara kami akan merasa sangat bersalah.

Pada suatu malam angin bertiup sangat kencang. Pohon Pinus besar itu kemudian roboh dan hampir menimpa rumah kami. Saat itu listrik juga padam. Rumah kami menjadi satu-satunya tempat yang tidak bercahaya. Cahaya kami telah hilang. Ya, benar-benar hilang...

Anna
Semangat kami ternyata benar-benar hilang dimakan usia. Aku merasa bersalah karena aku tidak dapat memenuhi janji ku kepada Cliff. Janji untuk selalu menyiapkan sarapan yang lezat untuk Cliff. Kenyataannya, kini aku hanya seorang wanita renta yang hari-harinya harus dihabiskan di pembaringan dengan berselimut tebal. Satu-satunya yang membuat aku bertahan adalah bahwa Cliff selalu mencoba tersenyum dan mengatakan bahwa aku akan baik-baik saja.

Setiap malamnya, sebelum kami terlelap dalam tidur. Cliff selalu membelai rambutku yang memutih. Kemudian membisikkan kata-kata yang akan selalu membuatku bisa bermimpi indah di umur ku yang tidak lagi muda ini. "Aku mencintaimu seperti dulu, aku tidak akan sanggup kehilanganmu. Jadi tetaplah disini bersamaku". Kalimat yang terus ia ucapkan berulang-ulang tanpa bosan.

Sampai pada suatu malam aku tidak dapat lagi mendengar kata-kata itu. Badai yang terjadi diluar seolah ikut membawa pandanganku. Ditambah listrik yang padam, membuat aku hanya bisa meraba wajah Cliff yang keriput. Perlahan semua seperti senyap. Sayup-sayup aku mendengar Cliff berteriak.
'Anna, bertahanlah! Anna.'

'Anna, aku akan memanggil ambulans, jadi aku mohon kau harus bertahan..'

'Anna, tetap buka matamu Anna!'

'Anna..... Anna....'

Maafkan aku Cliff. Aku sepertinya telah mencapai akhir dari kekuatanku. Aku mungkin tidak akan dapat lagi menyentuhmu. Merasakan hangatnya dekapanmu. Tapi seperti yang kau pinta, aku akan selalu ada di sisimu. Aku akan selalu mencintaimu. Aku menyayangimu.. Cliff.




Cliff
2 Bulan setelah kematian Anna, aku memutuskan untuk pindah ke sebuah kota kecil jauh dari kota tempat ku hidup dengan Anna. Teman ku bilang, itu kota yang bagus untuk menghabiskan hari tua.
Bukan hal yang sepele memang saat aku kehilangan orang yang benar-benar aku cintai. Orang-Orang di sekitar ku pun mungkin akan membenarkannya. Aku berubah menjadi sosok yang pemurung dan tertutup. Mereka yang mengkhawatirkan aku seringkali mampir untuk menjenguk dan bertanya kabar.

Bahkan setelah kepindahan ku, beberapa dari mereka acap kali mengirimi ku email. Bertanya kesibukan dan kegiatan ku ditempat baru ini. Seperti Email-email lainnya, aku hanya membalas dengan kalimat-kalimat singkat yang mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Sungguh, aku tidak ingin membuat mereka khawatir.

'halo, aku disini baik-baik saja. aku menghabiskan hari ku dengan minum kopi dan bermain catur dengan tetangga baruku. Malam nya jika cuaca tidak dingin, aku pergi keluar untuk bercengkrama dengan beberapa teman. Aku benar-benar telah jauh lebih baik'

balasan email yang selalu aku siapkan untuk menjawab kegelisahan teman-teman lama ku.
Dan seperti yang aku tulis, aku disini memang baik-baik saja, bahkan jauh lebih baik. Ya, jauh lebih baik..



'halo om, mau kencan sama aku?'

'ah maaf manis, saya ada janji dengan wanita seksi di ujung sana. tapi kalau kamu memaksa, besok malam saya free kok'

'hihi apa om kuat ngelawan kami berdua?'

'jangankan berdua, berlima pun om ladeni, aarrrwww...'


T A M A T
Sabtu, 08 September 2012 0 komentar

Putra Hadrafisshabir

Saya biasanya bukan orang yang bisa dengan terlalu gampang dekat dengan orang yang mempunyai tampang berandalan. sangat lekat diingatan saya bagaimana saya bisa bertemu dengan lelaki yang biasa kami panggil Adra ini.

bakti (ospek) hari terakhir, kami dikumpulkan di dalam sebuah ruangan di salah satu gedung perkuliahan di kampus kami. hari itu adalah hari dimana bakti dilakukan oleh jurusan masing-masing. kami mahasiswa baru dari akuntansi dikumpulkan di ruang F1.14.

itulah saat pertamakali saya berkenalan dengan Adra, dia duduk sendirian pada deret bangku agak belakang. saya beserta beberapa teman saya saat itu ; Haady, Buyuik, Fiqri (Boni), Jasman, Satrya, dll (masing-masing mungkin akan saya bahas pada postingan selanjutnya) duduk tidak jauh dari Adra.
berbekal sedikit keberanian dan keinginan untuk memperbanyak teman sesama mahasiswa akuntansi, kami kemudian berkenalan dengan Adra. suatu kebetulan mengetahui Adra adalah mahasiswa Fekon 7, sekelas dengan saya dan Haady.

tidak ingin membuang kesempatan, saya meminta nomer handphone Adra, untuk berjaga-jaga kalau nanti nya ada keperluan yang berhubungan dengan Fekon 7.


Senin. hari pertama perkuliahan dimulai.

mata kuliah Bahasa Indonesia menyambut hari pertama kami sebagai mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. perkuliahan dimulai jam 10.20.

takut telat pada kuliah pertama, pukul 09.00 saya sudah berada di kost'an Haady. bertepatan dengan masuknya sms dari Adra yang isinya meminta saya untuk men'TA'kan dia pada kuliah hari itu.

'hari pertama kuliah udah TA? wah' saya sedikit takjub dan tersenyum. luar biasa bahkan pada saat kuliah pertama saya sudah merasakan bagaimana intrik-intrik semasa perkuliahan. sekaligus mengukuhkan pandangan kami kepada Adra sebagai mahasiswa pemalas dan berandalan. yang kemudian ketakjuban dan senyuman kecil saya pada hari pertama kuliah itu diganti dengan rasa kagum dan senyum lebar disaat kami telah benar-benar mengenal Adra.

seseorang yang dengan pola pikir luar biasa dan idealisme kukuh membuat saya sering bercerita tentang mimpi-mimpi di dunia, serta tentang apa yang akan kami lakukan nanti. Adra adalah pribadi yang pintar, hanya sedikit malas saya rasa.


lucunya, kami punya lagu khusus untuk sahabat yang berasal dari Bukittinggi ini. Madu 3 dari Ahmad Dhani. kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana lagu tersebut bisa membuat kami tergelitik jika kami menyanyikan di dekat Adra. such our little secret ;)
Minggu, 02 September 2012 0 komentar

Idealisme Party

saya memang bukan sosok yang terlalu baik. seperti yang lainnya, saya menggenggam pundi keegoisan dan kemanusiawian dalam diri saya. menjadikan orang-orang yang optimis dan berambisi terhadap hal-hal baik di dunia ini sering hal nya membuat saya tersenyum kecut. yang lalu saya iringi dengan memutar mata seolah jenuh mendengar idealisme semacam itu.

'seringkali manusia menganggap bodoh orang yang baik, itulah kenapa saya menyebut jahat itu manusiawi' itu yang sering saya ucapkan. saya tidak ayal akan tergelitik ketika asyik membaca timeline twitter saya, kemudian menemukan salah seorang teman saya dengan tweet nya yang begitu bersahaja. selalu saja ada orang yang protes, selalu ada yang mengolok.


'apa yang kalian olok-olokkan?'


sebagai sesama makhluk berotak, saya paham bagaimana rasanya mentertawakan. seperti saat berada diatas, kemudian hanya saya dan beberapa orang teman saya yang tahu tentang kesalahan dari orang-orang yang kami perolok. mengetahui akibat dari kesalahannya, mengetahui kelemahan dari kata-katanya, mengetahui apa yang yang membuatnya seperti itu, mengetahui segala hal. kurang lebih terasa seperti itu.

mungkin saya juga seperti itu beberapa tahun lalu, tidak lebih. sampai kemudian saya menyadari bahwa terkadang orang-orang yang kita tertawakan bahkan lebih tahu akan kesalahannya, mereka mengulang kesalahan tersebut untuk kemudian mendapat respon dari orang-orang sok sempurna seperti saya dahulu. lalu orang tersebut balik memperolok. ah menyebalkan.
seperti seorang guru yang bertanya kepada muridnya, lalu sang murid merespon dengan jawaban yang murid itu anggap benar, sang guru mengiyakan, padahal ia tahu jawaban itu tidak lebih dari lontaran dari asumsi semu anak-anak baru belajar.

saya hidup dengan prinsip yang membetulkan anggapan bahwa setiap manusia itu pintar. setiap manusia tahu akan kesalahan yang dia lakukan. seorang pengguna narkoba tahu apa yang ia lakukan salah, seorang pendusta tahu ia sedang berbohong. seorang manusia tahu ketika ia sedang dipermainkan.


'beberapa orang cenderung akan langsung marah ketika ia tahu ia sedang dipermainkan. beberapa yang lain cenderung diam, hanya untuk mengetahui sejauh mana ia bisa dipermainkan'


tidak ada orang yang tidak tahu jika ia diolok-olok. toh pada akhirnya dia hanya akan tersenyum kecut di dalam hati, menyesalkan bagaimana bisa ada orang yang sebodoh itu.


ah bukankah manusia hidup dalam ke-sok-tahu-an?
Kamis, 30 Agustus 2012 0 komentar

Pria yang Mengintip dari Balik Jendela

Tentang pria yang mengintip dari balik jendela.

- Aku terlalu sering membuang-buang waktu hanya untuk dapat melihat kamu.

- Aku rela berjalan jauh hanya untuk menemui kamu.

- Aku cenderung melirik kamu dari sudut mata ku yang seringkali ku bingkai dengan kacamata hitam ini.

- Aku selalu ingin membuat kamu cemburu hanya agar aku tahu kamu juga takut kehilangan aku.

- Aku seringkali berpikir dan bertingkah laku santai di dekat kamu, hanya agar kamu dapat merasa bahwa semua baik-baik saja.

- Aku terlalu peduli bahkan dengan perubahan mimik wajah kamu.

- Aku yang selalu mengira-ngira apa yang kamu lakukan disaat aku tidak bisa menemukan nama kamu di sosial media.

- Aku, pria yang terlalu malu untuk mengatakan bahwa aku sangat mencintai kamu, tetapi akan sangat sumringah memuja kamu di depan orang lain, hanya agar orang-orang tahu, kamu adalah wanita yang sangat aku kagumi.

- Aku kadang berbohong mengatakan bahwa aku tidak terlalu peduli kepada kamu.

- Aku seseorang yang hanya bisa memperhatikan hal-hal kecil yang ada padamu, agar kamu tahu bahwa memperhatikan kamu adalah hal yang sangat menyenangkan.

- Aku seringkali menghubungi kamu dan bertanya hal yang tidak terlalu penting hanya agar dapat sedikit berkomunikasi dengan kamu.

- Aku, pria yang selalu menunggu balasan dari setiap pesan yang aku kirimkan kepada kamu, bahkan ketika aku tahu kamu tidak akan membalasnya.

- Aku selalu malu untuk menatap wajah kamu ketika kamu datang, karena memang terlalu sulit menahan rona bahagia di wajahku. Namun, aku akan selalu melihat ke punggung mu disaat kamu pergi, hanya untuk memastikan bahwa kamu akan baik-baik saja, dan berharap kita akan bertemu lagi.

- Aku seringkali memilih untuk duduk jauh dari kamu, lalu kemudian aku akan melihat setiap tingkah kamu sembari tertawa kecil, juga untuk memastikan bahwa tidak ada pria lain yang mendekati kamu.

- Aku, pria yang selalu memastikan segala keperluanmu, lewat teman-temanmu. aku hanya terlalu malu memastikannya lewat diriku sendiri.

- Aku seringkali diam saat berpapasan dengan kamu, hanya sedikit melirik mata, untuk memastikan bahwa aku ada di kondisi yang tepat untuk sekedar memulai obrolan dengan kamu.

- Aku, pria pencemburu yang selalu kesal disaat melihat kamu bersama pria lain, kemudian segera memastikan bahwa pria itu tidak bermaksud memiliki mu.

- Aku terlalu lihai untuk membuang gengsi ku menebar ucapan manis kepada kamu yang seringkali terdengar seperti sebuah candaan, karena memang bagiku cukup aku yang menganggap itu nyata.

- Aku selalu mengingat setiap detail dari momen-momen aku bersama kamu, hanya untuk membuktikan bahwa setiap detik yang aku lalui bersama kamu itu benar-benar berarti.

 - Aku, pria yang hanya bisa mengintip kamu dari balik jendela disaat kamu sedang asik menari di dalam hujan.





aku terlalu bersumringah.. aku tertawa terbahak..
seolah tidak pedulikan kamu..

aku terlalu sering menutup mata.. memalingkan muka kemana-mana..
seolah tidak melihat kamu..

ooh.. lalala.. aku berpura-pura.. aku berkilah-kilah..

aku katakan bahwa kamu hanya idola.. aku anggap kamu bidara..
padahal kamu ratu.. kamu nyawa..

aku sebut kamu hitam.. aku sebut kamu biola..
padahal kamu segala warna.. padahal kamu segala bunyi..

ooh.. aku memang hanya memendam.. aku seperti anak miskin yang menabung..

padahal kau segala nya.. kau perang dan senjata.. kau kertas dan pena..
kau ingat dan lupa.. kau mati dan hidup..
kau segalanya..

orang bilang aku garuda.. padahal aku hanya ayam kan..
aku tidak berani terbang jauh..
hanya berani mengepakkan.. sayap kecil ku terbangkan..

ooh.. aku seperti ayamkan.. aku ayamkan..

ooh... lalala... aku hanya lah hanya.. 
Kamis, 12 Juli 2012 8 komentar

Menjadi Diskonity Cerdas Bersama Diskon.com

Diskon. Satu kata yang akan membangkitkan adrenalin dan semangat belanja banyak orang. Siapa yang tidak suka diskon? Orang-orang bahkan rela rebutan dan berdesak-desakan demi mendapatkan sebuah barang yang di diskon sampai 90%. Kalau boleh diberi nama, para pemburu diskon ini kita sebut 'Diskonity'. Sekelompok orang yang rela mengeluarkan keringat lebih untuk mendapatkan sebuah barang murah dan berkualitas.

Tidak salah memang, karena menurut penelitian, memburu diskon itu bukan hanya sekedar mencari barang dengan harga minim, namun ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkan barang tersebut. Tapi, apakah kita rela bersusah payah menuju mall dan rebutan dengan puluhan orang lainnya?

Diskon.com menawarkan cara untuk menjadi Diskonity yang cerdas.

Kemajuan era digital membuat semua hal dapat dilakukan dengan praktis dan mudah, berbelanja misalnya. Banyak online shop yang menawarkan merchandise menarik dan indah. Namun seperti kebanyakan orang bilang, 'praktis itu mahal'. Harga barang melangit ditambah dengan ongkos kirim yang tidak sedikit, prosedur yang ribet, belum lagi maraknya penipuan yang terjadi. Tapi hal ini tidak akan anda temui pada Diskon.com. Semua barang yang ditawarkan di diskon besar-besaran, transaksi mudah, dan tentu saja aman dari segala bentuk penipuan.

Surga nya belanja murah? ya Diskon.com

Transaksi mudah dan tidak ribet? ya Diskon.com

Tempat belanja yang nol penipuan? Diskon.com



Cukup dengan mendaftar dan menjadi member di Diskon.com, segala kemudahan belanja yang ditawarkan akan memberikan anda kepuasan.

Setelah menjadi member, maka anda akan mempunyai kapabilitas penuh untuk menikmati segala penawaran yang ada di Diskon.com. Mulai dari makanan, perhiasan, aksesoris, baju, dan lain-lain. Dan tentunya dengan harga miring, dan diskon mencapai 90%.



Kemudahan yang didapat jika berbelanja di Diskon.com :

1. Ada informasi harga sebelum dan setelah di diskon. Adanya data yang jelas mengenai harga barang dan besarnya potongan membuat kita bisa tahu berapa besar nominal yang dapat kita hemat.

2. Adanya transparansi mengenai tanggal akhir diskon. Pada tiap-tiap barang akan langsung diinformasikan batas akhir pemberian diskon, sehingga pembeli dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pembeli.

3. Sistem voucher yang mempermudah transaksi. Cukup dengan membeli voucher yang tersedia di Diskon.com, maka transaksi dapat dilakukan dengan mudah.

4. Aman dari segala bentuk penipuan. Sistem member yang diterapkan di diskon.com dapat meminimalisir kejahatan dunia maya.

5. Barang Diskon dikelompokan sesuai kota dan daerah. Anda dapat memilih kota tempat anda berdomisili untuk mencari diskon yang tersedia di kota tersebut.



Dan yang pasti...

6. Hemat waktu dan tenaga. Cukup dengan duduk manis di depan Laptop anda, tinggal klik, barang pesanan siap meluncur ke rumah anda.

Jadi tunggu apalagi? Jadilah Diskonity yang cerdas bersama Diskon.com.
Minggu, 17 Juni 2012 2 komentar

Teknologi Digital bagi Indonesia

Berbicara soal Teknologi Digital memang tidak pernah lepas dari perkembangan zaman. Seperti sebuah bola salju, pemanfaatan Teknologi Digital ini akan semakin besar dari masa ke masa.

Beberapa dekade silam, untuk berkomunikasi dengan kerabat yang jauh orang-orang harus bersusah payah menulis surat, untuk kemudian mengantarkannya ke kantor Pos, lalu menunggu balasan surat itu datang. Kemudian muncul lah telegram, telepon kabel, yang diikuti dengan munculnya Teknologi Digital seperti Handphone, Televisi, dan lain-lain.

Saya masih sangat ingat pada tahun 2003 lalu, saya memiliki sebuah handphone standar yang pada saat itu telah bisa dikatakan canggih karena memiliki fitur browsing dengan menggunakan akses GPRS. Namun, karena daerah tempat tinggal saya bisa dibilang masih keterbelakangan, fitur semacam ini belum bisa digunakan secara efisien. Tidak beberapa orang yang mengerti cara menjalankan program mobile browser ini. Saya beruntung menjadi salah satu orang yang pada saat itu telah bisa menikmati internet di handphone. Saya mendapatkan ilmu itu setelah membaca sebuah artikel di internet (salah satu Teknologi Digital favorit saya). Alhasil, hal ini membuat kehidupan saya menjadi lebih praktis, tugas sekolah dapat saya kerjakan tanpa harus pergi ke Warung Internet terlebih dahulu. Maklum saja, pada saat itu belum banyak rumah yang memasang fitur internet, jadi untuk melakukan browsing memang harus ke warnet dahulu. Itulah pertama kalinya saya merasakan manfaat yang begitu besar dari Teknologi Digital.

Namun lihat sekarang, hampir semua orang bisa menjelajahi dunia maya kapan saja dan dimana saja, bahkan di tempat terpencil sekalipun. Sekali lagi, itulah kenapa saya berpendapat pemanfaatan Teknologi Digital ini berkembang sangat pesat. Kemudahan yang diberikan membuat orang berlomba-lomba mengeksplorasi keajaiban Teknologi Digital ini.



Sayangnya, di setiap kepraktisan yang di dapat selalu ada sisi buruk yang diterima. Teknologi Digital bagaikan mata pisau. Menguntungkan, namun tidak jarang merugikan.

Di Indonesia sendiri banyak sekali kita dengar kasus penipuan yang dilakukan melalui media online. Lalu tidak jarang juga kasus penculikkan yang berawal dari perkenalan di sebuah jejaring sosial. Padahal, jika digunakan sesuai dengan aturan, Teknologi Digital ini bisa memberikan begitu banyak manfaat bagi Indonesia.

Secara garis besar kita mengenal situs-situs yang memuat berita soal sosial, politik, olahraga, fashion, gaya hidup, kesehatan, dan masih banyak lagi. Situs-Situs yang berhubungan langsung dengan Pers dan Wartawan ini secara total akan membuka wawasan pembaca mengenai semua hal yang berkaitan dengan Nusantara. Pembaca akan menjadi lebih kritis dalam menyikapi isu nasional. Tidak naif jika saya berkata masyarakat Indonesia akan terpacu untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan negara, semisal dengan menyampaikan aspirasi dan pendapat kepada pemerintahan.

Tidak hanya komunikasi dengan pemegang roda pemerintahan, komunikasi antar masyarakat pun akan berjalan sangat lancar. Hal ini telah dibahas secara umum bahwa banyak sekali jejaring sosial yang dapat berperan sebagai media "penyambung" seseorang dengan orang lain. Saya sebagai blogger misalnya, telah mengenal blog semenjak 3 tahun yang lalu. Banyak sekali keuntungan yang saya dapat dari aktivitas ini, bertukar cerita, pengalaman, dan informasi dengan rekan sesama blogger. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Blogger Jawa Timur, atau yang biasa kita kenal dengan Komunitas Ngawur. Dan luar biasanya, fenomena menjamurnya jejaring sosial ini juga dapat memberi dampak positif bagi Indonesia. Banyak blogger cerdas di luar sana yang tulisan-tulisannya banyak berpengaruh terhadap perkembangan Indonesia bahkan berprestasi dalam cakupan internasional, dimana mereka semua terkumpul dalam suatu wadah Blogger Nusantara.

Dari segi wujud fisiknya, manfaat Teknologi Digital terhadap Indonesia yang sangat luar biasa kita rasakan akhir-akhir ini adalah kemajuan pemuda-pemuda Indonesia dalam bidang robotik. Saya sempat membaca disebuah surat kabar bahwa Robot ciptaan pemuda Indonesia berhasil menyabet juara dalam perlombaan robotik Internasional. Suatu prestasi membanggakan yang dapat mengharumkan nama Indonesia.

Hal ini juga semakin baik dengan dukungan dan kesediaan dari Pusat Teknologi untuk membantu segala hal yang berkaitan dengan Teknologi Digital. Sebuah pencapaian yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia bukanlah negara yang tertinggal dan tidak acuh kepada perkembangan teknologi.

Maju terus Teknologi Digital Indonesia, Maju terus Indonesia!



NB : gambar diambil dari sini
Sabtu, 09 Juni 2012 5 komentar

Gadis yang Menari di dalam Hujan

Tentang Gadis yang Menari di dalam Hujan.

- kamu sering memakai jam tangan kecil mu di pergelangan tangan kiri.

- kamu senang mengatupkan bibir ketika mendengar orang bercerita.

- kalau kamu lagi capek belajar, kamu sering nyenderin kepala ke meja kecil di bangku kelas.

- kamu lebih suka pakai rok ketimbang celana. walaupun stok celana kamu lebih banyak.

- tiap belajar selalu pilih tempat duduk di depan.

- kamu paling suka duduk di dekat jendela.

- di twitter, kamu lebih suka baca timeline daripada ikutan ngetweet.

- kamu punya hobi jalan-jalan

- kamu suka masak :9

- kamu paling senang bikin cake bareng temen-temen kamu.

- kamu punya banyak sekali teman pria ;(

- kamu sering mendambakan rumah tangga yang luar biasa.

- kalau mau kemana-mana, kamu paling males sendirian.

- kamu nggak terlalu suka pakai kacamata.

- pakai kacamata cuma kalau lagi baca, habis itu di lepas lagi.

- kamu jago bikin puding.

- rata-rata, kamu ganti display picture bbm sekali 4 hari. Dan suka ganti sama foto-foto lama yang dulunya udah pernah kamu jadiin dp.

- kamu jarang update pm.

- kamu pernah bilang mau buka usaha sendiri.

- sekarang kamu udah punya usaha kecil-kecilan.

- kamu sering bilang kalau kamu kesepian.

- kamu kalau makan, lauk nya di tarok di pinggir, trus dimakan sedikit-sedikit sama nasi.

- kamu, tidur jam berapa pun, selalu bisa bangun pagi.

- kamu nggak mahir bawa motor.

- kamu paling nggak suka kalau di ejek soal hidung.

- kamu paling seneng kalau di bilang setia.

- kamu nggak pernah mau nyapa duluan. gengsi dan takut salah orang, soalnya mata kamu minus :))

- kamu kalau perhatiin dosen ngajar, suka nopangin dagu ke tangan kiri nya.

- kalau udah nggak tau mau bales apa, biasanya kamu lebih milih diam.

- kamu selalu ngerasa lebih cantik pakai jilbab.

- kamu nggak terlalu suka bola. Tapi suka ketawa kalau lagi liat orang ribut soal bola.

- kamu masih sering cerita soal cowok dari masa lalu kamu ;(

- sebelum ngomong, selalu ada jeda 2 detik di antara suara yang keluar dan senyuman kamu.

- kamu sering ngelirik orang dari sudut mata kamu.

- kamu lebih suka pakai 'aku' daripada nyebut nama kamu sendiri.

- kalau ada mention yang masuk, biasanya kamu kumpulin sampai banyak dulu, abis itu baru dibales.

- kamu suka begadang kalau lagi asik bbm'an.

- kamu kalau ngefollow suatu akun twitter publik (semacam tweet ramalan, lelucon, dll), trus kamu nggak suka isinya, bakal kamu unfol lagi.

- kamu kalau lagi jalan sama temen-temen kamu, sering jalan di yang paling kiri. Pun kalau lagi duduk rame-rame, sering banget milih duduk di bagian kiri temen-temen kamu.

- kamu cantik kalau tersenyum :)

- kamu, gadis yang menari di dalam hujan.
kau coba redamkan.. bentuk kata perpisahan.. 
ada dalang dan tubrukan.. dalam kanak-kanan taman.. 

Oh.. kau berakhiran kan.. agar tak kesepian.. 

kau tertawa tergelakkan.. kau gapai semua teman.. 
seolah kau tak punya beban.. kau selalu telentangan.. 

Oh... lalala.. kau menari dalam hujan.. nanana..

kau tidak mau telentangan.. kau sebut telenkakian.. 
karena kau tak punya tangan.. untuk berpegangan.. 

kau hanya berlarian.. dalam lebatnya hujan.. 
orang bilang engkau angsa.. kau bilang engkau ayam.. 

Ohh.. kau yang tak disayangkan.. kau kesedihan.. 

kau ingin jadi ayamkan.. berpura-pura bisa terbangkan.. 
padahal kau cuma bentangkan.. sayap kecil mengepakkan..

Ohh.. kau seperti ayamkan.. kau ayamkan...

kau coba sembunyikan.. tangis dalam hujankan.. 
kau coba menarikan.. Di dalam hujankan.. 

Ohh.. Kau gadis yang menari di dalam hujan.. 
lalala.. nanana.
Sabtu, 17 Maret 2012 1 komentar

Trio Syalala : Cara Membuat Contekan Yang Baik



Mumpung lagi suasana ujian gini, Trisya (Trio Syalala, red) sebagai staf pengajar dari to-tallyshit mau ngasih tau cara untuk 'Membuat Contekan Yang Baik'.


Cara Membuat Anak Contekan Yang Baik :

1. Sediakan kertas yang ukurannya seminimal dan setipis mungkin. Tidak dianjurkan menggunakan kertas karton, apalagi Baliho.

salah besar


2. Jangan pernah menulis contekan dengan menggunakan cat air, contekan yang terlalu indah dan warna-warni akan mengundang perhatian teman-teman, guru, dan pengamat lukisan. selalu gunakan pulpen yang mempunyai ujung tipis untuk menghemat penggunaan kertas.


3. Sesuaikan isi contekan dengan mata ujian yang akan dihadapi, sangat tidak dianjurkan untuk membuat contekan Biologi pada saat ujian Matematika.


4. Buatlah kode-kode yang dapat menyimbolkan Bab pelajaran yang akan di uji.
misalnya :
- membuat gambar manusia purba pada contekan Bab PraSejarah saat ujian Sejarah.
- membuat gambar burung dan sangkarnya pada contekan Bab Reproduksi saat ujian Biologi.


5. Terakhir, setelah contekan selesai, lipat kertas contekan sekecil mungkin, lalu sembunyikan di tempat yang mudah dijangkau, seperti : kotak pensil, kaos kaki, ataupun di balik jam tangan.
Sangat tidak dianjurkan menyimpan contekan di dalam lipatan Rok, apalagi untuk siswa laki-laki. Dompet dan Daleman pengawas adalah tempat yang perlu dihindari untuk menyimpan contekan.



Sekian tips dari Trisya kali ini, semoga bermanfaat dan dapat memajukan pendidikan Indonesia, HIDUP INDONESIA!!!
Rabu, 07 Maret 2012 0 komentar

Random : big match

0 komentar

Om Aseng : Aurel

0 komentar

Random : #SPBU potong rambut

0 komentar

Apa Itu 'miniSHIT'?

kemarin jadi banyak yang nanya
"apa sih miniSHIT itu?"


jadi label miniSHIT itu isinya yaa sentilan atau humor biasa yang berupa gambar atau mini comic yang isinya tentang kehidupan sehari-hari.

label miniSHIT ini bakalan diisi sama beberapa karakter yang gue bikin sendiri.
pengen tau siapa aja pengisi miniSHIT (atau biasa disebut 'miniSHITers')?
nah ini dia :


sebenernya gue pengen bikin karakter yang lebih keren, seperti ular berkepala kuda gitu, atau mungkin kalajengking bersayap. tapi setelah dipikir-pikir kayaknya agak gimana gitu ya, ini label malah bisa ganti nama jadi 'miniINDOSIAR'.


kenapa gue kasih nama 'miniSHIT'?
soalnya ini label masih sangat muda, ntar mungkin kalo udah lumayan gede namanya gue ganti jadi 'Bra', mudah-mudahan.


anyway, nggak menutup kemungkinan nanti akan ada tambahan karakter baru, soo cekidot and enjoy the miniSHIT.
0 komentar

Apika : Errr...

0 komentar

Om Aseng : Jaja Miharja

Senin, 05 Maret 2012 0 komentar

Men Cuy : Indonesia VS Bahrain

klik untuk memperbesar
0 komentar

New Label : MiniSHIT

untuk memenuhi himbauan upgrading blog, maka dengan ini gue menyatakan kelahiran Label baru dengan nama :




miniSHIT




udah itu aja.
Minggu, 26 Februari 2012 3 komentar

kupu-kupu yang patah sayapnya

"bagaimanapun, ulat akan tetap jadi kupu-kupu. Patah pun sayapnya, kupu-kupu akan tetap indah"




Akhir-akhir ini gue lagi sering-seringnya pake istilah 'kupu-kupu yang patah sayapnya' di twitter. Temen-temen gue yang penasaran udah beberapa kali nanya, tapi belum mau gue kasih tau. Belum waktunya. Ada juga beberapa dari mereka yang nyoba nebak, ada yang bilang gue lagi buka usaha penangkaran kupu-kupu, sedang bercita-cita jadi kupu-kupu, atau lagi dalam proses transgender menjadi wanita pencinta kupu-kupu, bahkan ada yang bilang gue lagi bikin cerpen tentang kupu-kupu yang sayapnya patah kemudian dibikinin sayap robot berkecepatan cahaya oleh seorang profesor.


Tapi diantara tebakan itu, ada temen gue yang tebakannya mungkin bisa dibilang hampir tepat, temen gue ini namanya R*n* (dibaca: Reno).


FYI aja, bagi yang udah baca postingan gue soal ulangtahun, nah si Reno ini salah satu dari lima Ranger pembawa donat berlilin dimalam kelam penuh hujan yang pertamakali ngasih gue surprise di ulangtahun kemarin. Nggak inget? Iya bagus gausah diinget-inget.



Jadi baru-baru ini gue baru aja bikin tweet :
"ada sendu-nya dari kehilangan, mungkin t'lah lama tapi membekas, seolah seperti kupu-kupu yang patah sayapnya"


Trus tiba-tiba aja si Reno ini nge-sms gue.
Sekiranya beginilah percakapan kami di sms pada malam itu (ditranslate ke dalam bahasa Indonesia) :


Reno : gi, maksud tweet lo itu apa?
Ranggi : yang mana?
Reno : yang itu
Ranggi : itu mana?
Reno : yang belalang patah sayap
Ranggi : kupu-kupu maksud lo?-_-
Reno : ah iya yang itu
Ranggi : oh hehe. Ada deh ~
Reno : ngaku aja
Ranggi : ahh malu ~
Reno : ahh ngaku ~
Ranggi : ahh ~
Reno : ahh ~
Ranggi : ahh ~
(skip 25 sms yang isinya cuma 'ahh-ahh'an)
Ranggi : menurut lo?
Reno : hmm kalau dari kata-kata di tweet lo sih, kayaknya gue tau.
Ranggi : apa?
Reno : lo lagi fallin in love sama siluman kupu-kupu ya?
Ranggi : fallin in love nya bener, tapi bukan sama siluman-_-


Yap! Gue lagi jatuh cinta sama cewek yang baru aja gue temui di kampus beberapa bulan yang lalu. Gue dikenalin temen sama cewek ini. Cewek yang entah kenapa kayaknya lagi nyimpen luka dan kesedihan. Dia cuma senyum sekali-sekali, kurang bersemangat, dan pandangannya berkabut. Awalnya gue curiga kabut itu gara-gara asap dari rokok yang sering dihisap sama si cewek, tapi setelah dipikir-pikir kayaknya mustahil dia perokok, dan kalaupun iya nggak mungkin asap rokoknya sampai ke mata sehingga matanya berasap dan berkabut gitu.


Reno satu-satunya orang yang tau siapa cewek itu. Awalnya gue nggak mau ngasih tau, tapi karena dia maksa dan ngancem bakal kasih tau temen-temen yang lain soal gue yang lagi jatuh cinta, ya terpaksa dia gue kasih tau. Tuh anak iseng banget emang.

Tapi karena itu, gue jadi sering curhat sama Reno, dia kalo diajak cerita enak, dia pendengar yang baik, dia nyambung, dia bijak, dan dia belum bisa move on, kesian~


si Reno pernah nanya
"itu kupu-kupu sayapnya kenapa patah gi?"


Ya mungkin itu juga penyebab murungnya si cewek, anggaplah namanya mawar (bukan nama sebenarnya, Red). Jadi si Mawar ini udah kehilangan salah satu dari dua hal yang menurut gue sangat penting dalam kehidupan, dua hal yang seharusnya masih dimiliki si Mawar, dua hal yang jadi prioritas utama dalam tindaktanduk Mawar. Tapi sayang, takdir berkata lain, si Mawar kehilangan salah satu dari dua hal tersebut disaat usianya masih terlalu muda, disaat ia masih SMA dulu.


Dua hal ini gue analogikan sebagai sayap si kupu-kupu, sayap kanan, dan sayap kiri. Tanpa kedua sayap, kupu-kupu hanya bisa terbang rendah dan pincang, bertopang pada bunga-bunga untuk tetap hidup dan berpindah. Dimana kupu-kupu yang lain dengan bahagianya terbang diantara bunga dan rerumputan. Gue pernah secara langsung ngeliat kupu-kupu nyata yang kehilangan salah satu sayapnya, kupu-kupu itu cuma bisa diem di bunga, trus terbang rendah ke bunga yang jaraknya nggak jauh, begitu seterusnya. Terbangnya pun nggak sempurna, badannya jadi miring, dan kadang jatuh ke tanah.


Tapi walau bagaimanapun, kupu-kupu tetaplah kupu-kupu, dia akan tetap indah dengan warnanya. Seperti wanita ini, yang tetap cantik dibalik senyumnya yang mungkin palsu, dia juga pintar dan berprestasi, walaupun dia pernah berada didalam kondisi yang mengharuskan dia untuk menangis, toh dia berhasil jadi kupu-kupu. Cantik, pintar, dan mempesona.


Awalnya gue nggak ada perasaan apa-apa sama ini cewek, tapi waktu gue liat dia suka murung, gue jadi punya semacam tantangan buat ngebikin dia senyum terus-terusan, tantangan buat bikin dia bahagia. Lama-lama gue jadi tertarik, dan...... Ah aqOh emAn9 CouO SeJaTi QaQa. . . HaQz HaQz. . .


Kenapa gue milih 'kupu-kupu' sebagai perumpamaan?


Karena kalau gue pakai binatang lain sebagai analogi si cewek, bakalan nggak enak kalo dibikin tweet.

- Contoh tweet gue kalau gue pakai 'burung' sebagai perumpamaan :

"oh burungku, kadang ada rindu untuk menatapmu, aku kehilanganmu sejak kau patah, oh burungku, berdirilah, bangkitlah, jangan layu, agar kita bahagia"

Tweetnya jadi agak ambigu gitu ya.



- Kalau gue pakai 'singa' :

"oh singaku, kau selalu tertunduk lesu, saat kudekati, kau menatap tajam, seolah mengabarkan kematian. Oh singaku, terkamlah aku, agar kau bahagia"

Nah yang ini malah jadi horror.


- kalau gue pakai 'om-om kumisan' :
umm.. Sudahlah, Mending kalian bayangin aja sendiri gimana jadinya tweet gue, gue nggak sanggup, sudah cukup penderitaan ini.



At last, gue punya pesan buat sang kupu-kupu yang patah sayapnya.

Pada akhirnya nanti, semua akan merasa kehilangan,
bunga akan kehilangan mahkotanya,
pohon akan kehilangan dedaunnya,
Dan manusia akan kehilangan jiwanya,
Tapi tenanglah, kupu-kupu akan selalu punya bunga untuk bersinggah dan menghisap madu, sampai pada akhirnya nanti kau akan meletakan telurmu di bunga-bunga itu. Bunga tidak akan pernah mengeluh keberatan, bunga tidak akan meminta bayaran atas madu yang kau minum.
Karna bunga ada untuk membuatmu nyaman, membuatmu tersenyum, membuatmu bahagia.
Tersenyumlah lagi.
Karna banyak yang ingin melihatmu bahagia, banyak yang ingin melihatmu tertawa, dan banyak yang ingin melihatmu terbang tinggi, lagi.

Dari aku, yang merindukan senyummu

#eaa #eaaa


NB : tidak ada hewan yang tersakiti dalam pembuatan postingan ini, kecuali om-om kumisan.
4 komentar

Award : The Seven Shadow

Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu gue di beri kepercayaan oleh Mbak Juwita Shu untuk menerima Award “The Seven Shadow” yang merupakan salahsatu Award bergengsi. Banyak blog-blog besar yang menerima Award ini, dan sekaligus menjadi suatu kebanggaan untuk diberi kepercayaan menerima tanggungjawab “The Seven Shadow” yang dibawa bersama sang Award itu sendiri.




Oh iya, ngomong-ngomong soal pemberian Award, Mbak Juwita Shu adalah salahsatu blogger favorit gue yang hampir semua tulisannya membuat gue seperti seolah berkata “oh iya ya”. Sekilas tentang mbak Juwita Hsu :
Gue mengenal mbak Juwita Hsu sebagai blogger yang dapat mengefisiensikan fungsi blognya bukan hanya sebagai tempat untuk bercerita, namun juga dalam menyampaikan opini yang luar biasa kritis. Blog yang tidak terpaku pada satu tema, terkadang membahas politik, seni, kehidupan, bahkan tokoh-tokoh yang mungkin belum begitu kita ketahui.
Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari si blogger cantik ini, terkadang tentang fenomena yang tidak pernah kita pikirkan, membuat kita seperti orang bego yang belum tahu apa-apa tentang dunia ini, walaupun memang bukan maksud mbak Juwita Hsu untuk membuat kita terlihat bego. salah satu yang gue suka adalah tulisan mbak Juwita Hsu tentang Toefl yang notabene menjadi patokan setiap individu terhadap kemampuan berbahasa Inggris. Luar biasa.
Ucapan terimakasih dan beribu maaf kepada mbak Juwita Hsu karena seharusnya postingan ini udah gue tulis berminggu-minggu yang lalu karena memang mbak Juwita Hsu telah mengamanahkannya sejak lama, terimakasih banyak mbak, semoga blognya tetap eksis dan karya nya dapat membuka pemikiran lebih banyak orang.


Sesuai dengan amanah Award “The Shadow Seven” ini, si penerima Award diharuskan untuk menulis postingan tentang blogger yang memberinya Award, seperti yang telah gue tulis tentang mbak Juwita Hsu diatas. Tema postingan bebas dan harus mencantumkan gambar Award ini pada postingannya beserta link back kepada blog nya si blogger pemberi Award.
Dan untuk memaklumi kesibukan dari masing-masing blogger penerima Award, maka deadline penulisan postingan ini adalah tidak terbatas atau boleh kapan saja.
Terakhir, blogger penerima juga harus mewariskan Award ini kepada 7 orang blogger lain, dimana blogger tersebut juga berkewajiban untuk melaksanakan rule Award yang telah dibuat diatas.


Dan orang-orang yang bakal gue percaya buat nerusin award ini adalah :

1. Hasan Ahmad Mubarak
Cowok unyu ini juga mahasiswa Akuntansi 011 Universitas Andalas, blogger yang memulai karier menulisnya dari note Facebook ini punya gaya menulis yang luar biasa ekspresif dan menggelitik. Sedang gencar-gencarnya jadi kiper yang…. Ah, pokoknya ahh~.


2. Ilham Fajri
Banyaknya jurnal yang harus diselesaikan oleh anak Akuntansi ternyata nggak menghambat bakat menulis dan nge-blog. Buktinya, Ilham yang juga sempat meluangkan waktu untuk memposting kata-kata indah nan aduhai berjumawa widuana nya di blog sederhana yang diberi title ‘ilham and inspiration’. Kadang gue heran kenapa si iam (panggilan unyu nya Ilham, red.) ini masukin kata ‘inspiration’, padahal menurut gue ‘Ilham and decoration’ lebih terdengar oke dan lebih terlihat seperti sebuah nama Wedding Organization.


3. Hakmi Arief
Cowok yang biasa kita panggil Bang Aip ini punya kisah so sweet dan menarik di blog nya. Mau nyari referensi kisah perjuangan cinta? Mau baca kisah tentang ayahbunda? Disini nih tempatnya. Sebuah blog yang memperlihatkan bahwa pria juga punya perasaan dan perhatian besar terhadap ‘Cinta’. Ah cinta.


4. Hilda Yessica Vetrina
Cewek dengan konsep tubuh minimalis ini adalah blogger yang lumayan senior diantara kita. Punya banyak cerita menarik seputar teman-teman Akuntansi 011, kehidupan kampus, liburan, masa-masa SMA, dan…. Kenangan Mantan #eaaa #TersenyumBersamaMendung #MenawarkanKeteduhanPadaOrangOrangBaru #TaunyaOjekPayung.


5. Sitty Amelia
Cewek ini adalah salah satu anggota Blogger Palanta (Komunitas Blogger Minang), dan tentunya punya banyak jam terbang dalam hal per-blog-an. Tipe wanita ceria dan menyukai segala macam seni (kecuali air seni). Punya panggilan yang unik, ‘Citos’. Umm… ngomong-ngomong Citos bukannya merk kripik kentang ya?


6. Nurul Haniva Dwihandini
Hani ini temennya Hasan, Iam, dan bang Aip, walaupun gue dan dia nggak terlalu deket, tapi blog nya si Hani ini satu-satunya blog yang paling bener diantara kita semua, isi blognya apalagi kalo bukan wawasan tentang hal-hal yang mungkin belum kita ketahui, pokoknya yang mau pinter liat blog ini aja.


Daaann…

7. Sarah Benila
Cewek yang dengan blog nya sukses menjadi selebriti baru nya kota Padang. Blog nya berisi tentang kisah-kisah percintaan nya ini berhasil menjadi blog paling diminati dan secara telak mengalahkan blog gue sendiri (padahal gue inget banget dulu pas zaman-zaman SMA dia pernah minta tolong ajarin bikin blog-_-) yang sekaligus menyadarkan kita bahwa blog bukan hanya sebuah media untuk keren-kerenan, pamer, atau promosi, namun juga punya sebuah memorial dan historical function yang luar biasa. Cewek yang secara menakjubkan membuktikan bahwa menulis dan membaca bukan sebuah kegiatan yang membosankan, namun juga dapat menimbulkan ekspresi haru, sedih, dan ketawa layaknya saat kita menonton sebuah film drama. You’re such a great blogger, salute (y).


Yah, itulah ketujuh blogger yang gue harapin dapat meneruskan Award ini ke blogger lain, oh iya sekali lagi gue ingetin, nulis postingannya nggak usah buru-buru, deadline nya nggak terbatas kok, boleh setahun lagi, dua tahun lagi, atau pada saat gue telah mendapat pendamping yang mau menerima gue apa adanya #eaa. dengan harapan kita bakal lebih semangat lagi ngeblognya, MARI BERJAYA BLOGGER MUDA ANDALAS!


Umm… ngomong-ngomong memorial dan historical function itu apa ya?
Selasa, 14 Februari 2012 0 komentar

coklatntine dan mawarntine

Tanggal 14 Februari. Banyak polemik yang terjadi terkait masalah paling sensitif yang gue sendiri agak tabu buat ngebahasnya. ada 4 keyword yang menjadi pusat perbincangan massa soal hari kasih sayang ini ; coklat, hukum, status, dan cinta. Ah, cinta.


Coklat yang gue enggak tau kenapa, menjadi simbol kasih sayang di hari Valentine ini. Apa-apa serba coklat. Ketemu cewek minta coklat, ketemu pacar minta coklat, ketemu gebetan minta coklat, ketemu mantan minta balikan. Coklat mendadak ramai jadi perbincangan dan jadi penentu status sosial persayangan dan percintaan. Bukan soal kualitas coklatnya, tapi kuantitas. Kualitas ke'coklat'an tidak menjamin seseorang menjadi keren.


Analogi sederhana :
-Semakin banyak coklat yang lo dapet, berarti semakin banyak orang yang sayang sama lo. (teori kuantitas coklat).

-Semakin coklat noda di ketek lo yang bau sepet, berarti semakin banyak orang yang pengen musnahin lo. (teori kualitas coklat).


Gue sendiri pernah ngalamin sendiri yang namanya 'kasih coklat i luph you' ini.
Dulu zaman gue masih keren (masih punya pacar, red.). Gue sempat dikasih coklat sama pacar, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya). Kejadiannya gini, 14 Februari beberapa tahun yang lalu, di pagi yang tenang sebelum berangkat sekolah, si do'i bela-belain dateng ke rumah, bawa coklat-coklat berbentuk kepala kambing ( belakangan gue dikasih tau kalo itu kepala beruang) warna-warni unyu gitu. Jumlahnya 24 buah, melambangkan 14+6+4. 14 (tanggal valentine), 6 (6 bulan kami jadian), 4 (angka kesukaan nyokapnya). Gue nggak tau kenapa dia sempet-sempetnya masukin angka kesukaan nyokapnya.


pas dia dateng, gue lagi siap-siap pakai sepatu, dia keluar dari mobil, gue keluar dari rumah, kita keluar bareng, ah nikmatnya. Umm gue nggak tau kenapa setiap gue nulis di blog pasti ada adegan 'gue keluar, dia keluar, kita keluar bareng, ah nikmatnya' itu. Mungkin ini ada hubungannya dengan.... Ah sudahlah.

Waktu ngeliat mobil dia parkir depan rumah, sebagai pacar yang baik gue langsung keluar nyambut dan ngasih senyum terbaik. si Mawar itu kalo sekolah selalu dianter sama supir bokapnya, nama supirnya itu Pak Ayang, jadilah di pagi itu ada adegan : cewek gue buka pintu mobil, teriak 'ayaaaang', gue ngeliat supirnya, teriak 'pak ayaaaang'. Adegan ayang-ayangan itu berlangsung sekitar 5 menit sampai akhirnya pacar gue nyodorin kotak berbentuk love, warna ungu, yang didalamnya ada coklat-coklat unyu berkepala kambing yang dia bikin sendiri itu.

'happy chocolate day' katanya tersenyum sambil miring-miringin kepala kekanan gitu.

'wah, katanya nggak bakal ngerayain valentine' nggak lupa gue bales senyum, sambil buka kotak ungu tadi.

'siapa juga yang ngerayain Valentine, aku kan cuma ngasih coklat' kali ini kepalanya yang tadi miring kekanan mulai agak lurus, namun senyumnya masih konstan.


gue lumayan speechless denger jawaban dia, jawaban pintar yang sebelumnya nggak pernah gue sadari. Orang-orang terlalu asik menilai kegiatan 'kasih coklat i luph you' itu sebagai bentuk perayaan Valentine. Padahal kan emang cuma ngasih coklat, momentnya aja yang pas hari Valentine.
Itu sama aja kayak bule-bule yang ngasih ketupat di hari lebaran.


Pagi itu si Mawar ngambil satu coklat dan nyodorin ke mulut gue. Kayak adegan suap-suapan so sweet gitu. Satu coklat gue lahap habis, dua coklat, tiga coklat, empat coklat, gue nge-stop adegan suap-suapan itu pas dicoklat kelima. Dibayangan gue, kalau itu adegan nggak dihenti'in, si Mawar bakal terus-terusan nyuapin gue sampai ke kotak-kotaknya, bahkan mungkin mobil dan pak Ayang juga ikut disodorin ke mulut gue. Ah horror.



Malamnya gantian gue yang ngasih beberapa tangkai mawar buat si Mawar, sebenernya gue pengen ngebalas tindakan 'bikin coklat sendiri' dia sama tindakan 'tanam mawar sendiri', tapi agak ribet juga kali ya.


pas gue dateng, si Mawar lagi sama bokapnyokapnya di ruang TV. Mungkin lagi nonton laga Indosiar. Gue ketuk pintu sambil ngucap salam. Yang keluar ternyata malah Om Adi, bokapnya Mawar. Sumpah waktu itu gue langsung jadi B3 B3 gitu; Berdegup jantungnya, Berkeringat keteknya, dan Berharap dibolehin masuk. Apalagi pas Om Adi nyamperinnya nggak cuma sampai ruang tamu. Tapi sampai pintu. Gue sebisa mungkin nyembunyiin mawar yang gue bawa. Tapi apalah daya Om Adi keburu liat. Dia senyum-senyum, trus liat kalender, trus tepok jidat, trus ngangguk-ngangguk.
Alhamdulillah, gue nggak kebayang aja kalo bokapnya Mawar malah jadi kayak yang di iklan XL, nyuruh gue nyari sejuta mawar buat Mawar.


Ya begitulah the first dan the last Valentine gue sampai saat ini. Miris. Emang. Tapi ya gue juga bukan tipe orang yang tiap Valentine mesti ngerayain, bukan orang yang tiap Valentine gatel pengen ngasih atau makan coklat, dan juga bukan orang yang anti-Valentine sama sekali. Kadang agak gimana juga gitu ya sama orang yang bener-bener kekeuh sama prinsip Pro dan Kontranya mereka.

Ketika ada yang bilang 'ngeliatin kasih sayang nggak cuma pas Valentine kali, ngapain lo ngerayain?',
rasanya gue pengen teriak 'BELAJAR NGGAK CUMA DI SEKOLAH KALI, NGAPAIN LO SEKOLAH?!'

Tapi ketika ada yang bilang 'Valentine harus dapet coklat, harus! Harus ngerayain!',
rasanya gue pengen teriak 'LO CUMA BISA MAKAN COKLAT PAS HARI VALENTINE DOANG YA?!'.
Ya itulah manusia, pantang banget sama yang namanya 'manut'. Bersikukuh buat prinsip mereka, padahal mereka bukan membela yang benar, namun lebih kepada membuat diri mereka benar.


Apalagi kalo Valentine udah dihubung-hubungkan sama agama, agama mana sih yang nyuruh umatnya memperingati Valentine?
Umpamakanlah kalo emang Valentine itu emang buat memperingati kematian Pastur. Toh kita di Sumatera Barat juga punya upacara Tabuik (pariaman), yang asalmulanya buat memperingati kematian cucu nabi Muhammad. Dan acara Tabuik itu sama sekali nggak ada hubungannya sama agama Islam. Nggak pernah dijelasin dalam Alquran maupun hadist, kasusnya sama ama Valentine. Kita nggak tau apa dengan memperingati hal tersebut kita bakal dapet pahala atau dosa. Entahlah.
toh selama yang kita lakuin cuma berbagi coklat (coklatntine) atau bagi-bagi mawar (mawarntine) sih menurut gue nggak ada masalah.


Ya itu sih cuma opini. Oh iya tadi sempet ditanyain dosen B.ing soal Valentine. Pengennya sih gue ngejawab dengan pandangan se-keren ini, tapi sayangnya kemampuan bahasa Inggris gue yang pas-pas'an membuat gue menjawab dengan:
'no.... Umm no... i think it's o.k, but i think is not o.k because.... Umm it's chocolate o.k but it's not o.k'. Terlihat seperti jawaban seorang anti-Grammar, anti-Pronoun, dan anti-nilai A.
 
;