Kamis, 30 Agustus 2012

Pria yang Mengintip dari Balik Jendela

Tentang pria yang mengintip dari balik jendela.

- Aku terlalu sering membuang-buang waktu hanya untuk dapat melihat kamu.

- Aku rela berjalan jauh hanya untuk menemui kamu.

- Aku cenderung melirik kamu dari sudut mata ku yang seringkali ku bingkai dengan kacamata hitam ini.

- Aku selalu ingin membuat kamu cemburu hanya agar aku tahu kamu juga takut kehilangan aku.

- Aku seringkali berpikir dan bertingkah laku santai di dekat kamu, hanya agar kamu dapat merasa bahwa semua baik-baik saja.

- Aku terlalu peduli bahkan dengan perubahan mimik wajah kamu.

- Aku yang selalu mengira-ngira apa yang kamu lakukan disaat aku tidak bisa menemukan nama kamu di sosial media.

- Aku, pria yang terlalu malu untuk mengatakan bahwa aku sangat mencintai kamu, tetapi akan sangat sumringah memuja kamu di depan orang lain, hanya agar orang-orang tahu, kamu adalah wanita yang sangat aku kagumi.

- Aku kadang berbohong mengatakan bahwa aku tidak terlalu peduli kepada kamu.

- Aku seseorang yang hanya bisa memperhatikan hal-hal kecil yang ada padamu, agar kamu tahu bahwa memperhatikan kamu adalah hal yang sangat menyenangkan.

- Aku seringkali menghubungi kamu dan bertanya hal yang tidak terlalu penting hanya agar dapat sedikit berkomunikasi dengan kamu.

- Aku, pria yang selalu menunggu balasan dari setiap pesan yang aku kirimkan kepada kamu, bahkan ketika aku tahu kamu tidak akan membalasnya.

- Aku selalu malu untuk menatap wajah kamu ketika kamu datang, karena memang terlalu sulit menahan rona bahagia di wajahku. Namun, aku akan selalu melihat ke punggung mu disaat kamu pergi, hanya untuk memastikan bahwa kamu akan baik-baik saja, dan berharap kita akan bertemu lagi.

- Aku seringkali memilih untuk duduk jauh dari kamu, lalu kemudian aku akan melihat setiap tingkah kamu sembari tertawa kecil, juga untuk memastikan bahwa tidak ada pria lain yang mendekati kamu.

- Aku, pria yang selalu memastikan segala keperluanmu, lewat teman-temanmu. aku hanya terlalu malu memastikannya lewat diriku sendiri.

- Aku seringkali diam saat berpapasan dengan kamu, hanya sedikit melirik mata, untuk memastikan bahwa aku ada di kondisi yang tepat untuk sekedar memulai obrolan dengan kamu.

- Aku, pria pencemburu yang selalu kesal disaat melihat kamu bersama pria lain, kemudian segera memastikan bahwa pria itu tidak bermaksud memiliki mu.

- Aku terlalu lihai untuk membuang gengsi ku menebar ucapan manis kepada kamu yang seringkali terdengar seperti sebuah candaan, karena memang bagiku cukup aku yang menganggap itu nyata.

- Aku selalu mengingat setiap detail dari momen-momen aku bersama kamu, hanya untuk membuktikan bahwa setiap detik yang aku lalui bersama kamu itu benar-benar berarti.

 - Aku, pria yang hanya bisa mengintip kamu dari balik jendela disaat kamu sedang asik menari di dalam hujan.





aku terlalu bersumringah.. aku tertawa terbahak..
seolah tidak pedulikan kamu..

aku terlalu sering menutup mata.. memalingkan muka kemana-mana..
seolah tidak melihat kamu..

ooh.. lalala.. aku berpura-pura.. aku berkilah-kilah..

aku katakan bahwa kamu hanya idola.. aku anggap kamu bidara..
padahal kamu ratu.. kamu nyawa..

aku sebut kamu hitam.. aku sebut kamu biola..
padahal kamu segala warna.. padahal kamu segala bunyi..

ooh.. aku memang hanya memendam.. aku seperti anak miskin yang menabung..

padahal kau segala nya.. kau perang dan senjata.. kau kertas dan pena..
kau ingat dan lupa.. kau mati dan hidup..
kau segalanya..

orang bilang aku garuda.. padahal aku hanya ayam kan..
aku tidak berani terbang jauh..
hanya berani mengepakkan.. sayap kecil ku terbangkan..

ooh.. aku seperti ayamkan.. aku ayamkan..

ooh... lalala... aku hanya lah hanya.. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;