Sabtu, 06 Oktober 2012

Cerpen

Saya bukan orang yang hobi bikin cerpen juga sih sebenernya. Apalagi cerpen pertama saya yang berjudul "To Remembering Our Fate" banyak mendapat kecaman karena endingnya yang terlalu dahsyat. Tapi.. naluri cerpenis saya kembali dikoyak tatkala saya melihat kontes membuat cerpen yang diadakan salah satu website belanja online ternama.
Pengen ikut sih, tapi takut malu-maluin. Akhirnya dengan tekad yang keras, saya memilih untuk latihan membuat cerpen dulu saja.
So, cek dis owt!

=============================

Judul : Salah

Di sebuah kota hiduplah Budi, Dewi, dan Ani. Ani adalah teman baik Dewi. Ani dan Dewi sering curhat-curhatan. Budi juga teman Ani. Budi naksir sama si Dewi. Tapi Budi gengsi nyatain perasaan. Akhirnya Budi ngedeketin Ani. Dengan bermodalkan rasa kepo dan bakat stalking, Budi pun mengorek informasi dari Ani. Ani awalnya mencoba untuk tidak ember. Tapi Budi sangat pintar memainkan kata-kata. Akhirnya Ani keceplosan.

'jadi si Dewi itu lagi deket sama si Andi.' kata Ani.

'Andi? Andi anak akuntansi itu?' Tanya Budi.

'iya, yang entu. Mereka saling jatuh cinta kayaknya' kata Ani.

Hati Budi hancur berkeping-keping. Budi pulang dengan depresi yang luar biasa. Makan tak nikmat, tidur pun tak nyenyak. Akhirnya karena merasa tidak punya harapan lagi, si Budi pun menjauh dari Dewi. si Dewi yang merasa sifat Budi berubah, akhirnya bertanya kepada Ani.
Dengan sangat menyesal Ani pun menceritakan semua nya kepada Dewi. Dewi pun tiba-tiba menangis.

'Ni, jujur selama ini gue bohong sama lo Ni.' Kata Dewi.

'Bohong maksud lo? Tanya Ani.

'Gue nggak ada rasa apa-apa sama Andi. Gue itu sayang sama Budi, gue cinta sama Budi. Selama ini gue pura-pura sayang sama Andi di depan semua orang. Gue ngerahasia'in ini semua karena gue belum siap buat ngasih tau lo. Gue.. Gue bener-bener sayang sama Budi.' Kata Dewi.

Tapi apalah daya. Nasi sudah jadi Super Bubur. Budi yang lugu telah memilih untuk melupakan Dewi selamanya. TAMAT.

==============================

Pelajaran yang dapat diambil dari cerpen diatas :
  1. Gosok lah gigi sebelum tidur.
  2. Baca doa sebelum makan.
  3. Jangan terlalu kepo.
  4. Jangan pernah bohongi perasaan sendiri.
 Sumber : Google





Wohoooo Amigos!

11 komentar:

RYNEM mengatakan...

keren blow cerpen eloh

Robianus Supardi mengatakan...

Gue suka cerpen loh, meskipun endingnya kisah cinta mereka gak bisa disatukan :))

Robianus Supardi mengatakan...

Gue tunggu cerpen terbaru lo yah,.

Btw, gue follow blog lo, jangan lupa follback :))

To-tallyshit mengatakan...

huehehehehe bisa aja ente blow

To-tallyshit mengatakan...

haha okeoke :))

Bayu Putra Abuna mengatakan...

ga tahu mau komen apa?

oh ya, ceritanya kecepetan terlalu cepat endingnya jaid kurang ngerasain gergetnya. kalo diceritain lebih detail dan panjang lagi pasti keren.

jangan pernah berhenti bikin cerpen, lanjutkan..

To-tallyshit mengatakan...

hmm sebenernya itu ide bikin cerpennya pura-pura doang kok mas. intinya sih cuma mau bilang 'jangan bohong sama perasaan sendiri aja' :|

Puta Hadrafisshabir mengatakan...

perasaan pernah kenal ama tu situasi -_-

Honeylizious Rohani Syawaliah mengatakan...

latihan terus, seorang penulis nggak akan disebut penulis kalo nggak menghasilkan karya

ditunggu cerpen lainnya yang banyak ya

To-tallyshit mengatakan...

emang diambiak dari kejadian nyata sih hahahaha

To-tallyshit mengatakan...

hmm iya mbak :|

Posting Komentar

 
;