Kamis, 10 Januari 2013

Horror : Misteri Kertas Putih

Jangan salahin saya kalo judul diatas agak familiar, saya hanya pecinta film Indosiar.
Pengennya sih ngasih judul "Misteri Ranjang di kost'an" karena cerita ini emang ada hubungannya sama ranjang, tapi takut. Nanti malah dikira cerita dewasa.

Berhubung ini malam jumat, saya jadi kepikiran buat sharing salah satu kisah nyata saya sama temen-temen yang kami alami beberapa minggu yang lalu. Sebenernya ini bukan kisah hantu-hantuan sih, cuman emang ada sedikit aroma mistiknya. Tolong jangan sampai ada yang tiba-tiba nanya "mistik itu yang buat dibibir kan?" trus tiba-tiba ada yang jawab "ah elah itu lipstik". please jangan ada lawakan kayak gitu. iya itu garing.

Sebelumnya saya peringatkan post'an kali ini emang agak panjang, jadi sisihkan sedikit waktu buat ngebaca.

Kisah ini berawal ketika saya dan beberapa teman saya memutuskan untuk menginap di salah satu kost-kost'an temen. Jadi saya itu punya semacam geng-geng'an gitu kalo dirumah. Kalau dulu ada yang pernah nonton sinetron Kepompong berarti pada kenal sama geng yang namanya de'Rainbow. Nah iya geng kami itu sebelas duabelas gitu ama de'Rainbow. Jumlah kami berlima. dan cowok semua.
Ridho, cowok yang agak kocak, dan berkacamata tebal. Kalo ibarat de'Rainbow si Ridho ini yang jadi Indra.
Trus ada Reno, tipe-tipe agak slengek'an, suka banget sama olahraga malam. Nah si Reno ini ibarat Chacha.
Ari alias Gaban. Sesuai sama nama panggilannya, badan si Gaban ini kuruuuuuuus banget. Kalo naik angkot suka bayar double. Karena kecekingannya ini si Gaban bisa disetarakan dengan Tasya de'rainbow yang juga berbadan kurus.
Lalu ada Dedi a.k.a Ided. Kalem dan tenang. Dia sebagai Helen.
dan saya sendiri sebagai Bebi. ah...

Jadi malam itu kami memutuskan untuk menginap bareng di kost'annya si Dedi. Kost'an si Dedi ini semacam kamar berukuran agak gede yang merupakan bagian dari rumah, tapi letaknya kepisah. Jadi di sebelahnya ada rumah si juragan. Denger-denger si Dedi ini lumayan beruntung kost disana. Selain karena biaya kostnya yang murah, Dedi juga dapet beberapa fasilitas kayak AC berputar, sebuah single bed dengan seprai bercorak pulau-pulau di Indonesia, dan kamar mandi sendiri. ahey!

Kami sampai di kost'an itu sekitar jam 7 malem. Tentu saja sambil menunggu mata mengantuk, kami mengisi jam-jam kami dengan kegiatan yang biasa dilakukan para pria ketika tengah berkumpul bersama. Seperti saling ngeblow rambut, curhat-curhat soal cewek yang kami taksir, perang bantal, dan membaca majalah femina.

Jarum jam pun mulai menunjuk pukul 2.00 dini hari. Satu persatu dari kami mulai tak berdaya. Jadi kami memutuskan untuk tidur karena besok kami juga harus bangun pagi. Karena tempat tidur disana tidak kuasa menampung tubuh kami berlima, akhirnya kami memutuskan untuk tidur diatas permadani yang dibentangkan di sebelah ranjang.
Awalnya saya ngerasa kesulitan untuk tidur karena tepat disebelah saya tergelatak Gaban dengan tubuh kurusnya yang bergerak kesana-kemari. Si Gaban ini kalau tidur memang agak agresif. Tidur 3 menit tiba-tiba jadi tengkurep, 3 menit lagi tiba-tiba jadi telentang, 3 menit lagi jadi meringkuk, 3 menit lagi jadi bau. Tau-tau dia kentut.

Setelah berusaha untuk mengabaikan semua keliaran dari sentuhan-sentuhan Gaban di tiap inci tubuh saya akhirnya saya mulai merasa bahwa Gaban mulai agak tenang. Karena penasaran akhirnya saya buka mata dan terpampang lah Gaban yang telah berada di dalam kolong tempat tidur. Luar biasa.

Pagi sekitar pukul 6 cahaya matahari mulai menyelinap kedalam kost'annya Dedi. Sebagai seorang pria yang rajin bangun pagi saya pun memaksakan tubuh untuk segera bangkit. Lalu meliukan tubuh ke kanan, kemudian ke kiri. dan diakhiri dengan sedikit buang angin.
Disamping saya si Gaban kayaknya agak keganggu sama buang angin saya tadi, dia tetiba bangun. Ajaibnya hal pertama yang diliat Gaban ketika bangun adalah sehelai kertas putih yang di selipkan pada salah satu sudut tempat tidur.

Karena penasaran akhirnya dia ngambil itu surat dan mulai ngebaca. Kaget. Dia pun ngasih kertas itu ke saya.

Dikertas itu nggak ketulis apa-apa selain sebuah puisi yang menurut saya terlalu serem kalau dijadiin puisi cinta.
begini puisinya :

Dan disaat apa yang dulu kita sebut cinta abadi
kemudian kita bawa dalam setiap tawa kita

Dan disaat apa yang dulu kita sebut sehidup semati
kemudian kita simpan rapat-rapat sebagai janji

Dulunya aku bahagia.. Tapi sekarang tidak..
Apa yang kamu sebut abadi itu benar-benar kamu nilai abadi..
Apa yang kamu anggap janji itu benar-benar kamu tepati..

Kenapa cinta ini kamu jadikan ada selamanya?
Kenapa tidak kamu bawa dengan tinggalnya aku?
Seandainya dari dulu tidak kita ucapkan kata yang indah itu..
Seandainya dari dulu kita tidak usah kenal saja..
Aku pasti akan bahagia

Bahkan kini aku masih tidak bisa melupakan kamu.
Kenapa tidak kamu bawa saja cinta ini pergi?
Kenapa tidak kamu biarkan saja aku mencari cinta yang lain?
Kenapa tidak kamu bawa semua ini mati?
Mati bersama jasadmu..
Sadarlah sayang.. Kamu telah tiada..


Awalnya kami ngira itu adalah surat cinta si Dedi yang dia tulis sehabis nonton vcd horror bajakan yang suka dia tonton di laptopnya.
Enggak ada sedikitpun perasaan curiga sampai pada akhirnya si Dedi sendiri kaget ngebaca itu puisi. Dia berani sumpah kalau puisi itu bukan buatan dia, dan selama hampir 2 tahun dia kost disana dia nggak pernah nemu itu kertas di kolong tempat tidurnya. Awalnya kami pikir itu aneh, ternyata emang si Dedinya nggak pernah nyapu sampai ke kolong-kolong. Beh!

Seiring berlalu waktu, kami mulai ngelupain puisi itu. Puisi itu sendiri juga udah dibuang si Dedi ke tong sampah. Ending yang nggak keren untuk sebuah puisi. Bener-bener nggak keren.
Kemudian semua berubah ketika beberapa hari yang lalu si Dedi dapet cerita dari yang punya rumah kalau penghuni kost sebelum si Dedi itu ternyata pindah karena kost'annya itu sering didatengi arwah pacarnya yang meninggal akibat kecelakaan. JENG JENG! Tamat.


Memang nggak terlalu serem buat sebuah cerita horror, tapi hati-hati aja. coba liat dibelakang kalian, mana tau ada "sesuatu" yang ikutan ngebaca. hii~

0 komentar:

Posting Komentar

 
;